Share

7 Fakta THR dan Gaji ke-13 Cair Tahun Ini, Presiden hingga Pejabat Negara Kecipratan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 24 April 2022 04:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 23 320 2583917 7-fakta-thr-dan-gaji-ke-13-cair-tahun-ini-presiden-hingga-pejabat-negara-kecipratan-2Nxht367q1.jpg Intip Besaran THR Lebaran Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA – Pemerintah mulain mencairkan THR PNS. Dari daftar penerima THR, Presiden Jokowi hingga pejabat negara lainnya akan mendapat THR Lebaran tahun ini.

Berikut fakta THR yang akan diterima Presiden Jokowi, yang dirangkum di Jakarta, Minggu (24/4/2022).

1. Daftar Penerima

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pihak yang akan menerima THR dan gaji ke-13 adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan calon PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Lalu, ada juga prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, wakil menteri, staf khusus di lingkungan kementerian/lembaga, dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, hakim ad hoc, dan pihak lain sebagainya yang tertuang dalam aturan yang berlaku.

Baca Juga: Posting Meme Kocak soal THR PNS, Sri Mulyani: Yang Didahulukan Orang Depok

Sehingga, pencairan THR PNS 2022 ini juga akan diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Sri Mulyani.

“Pemberian THR dan gaji ke-13 merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi ASN dalam penanganan pandemi Covid-19 yang terus menggerakkan dan mengorganisir masyarakat di lingkungannya serta tetap terus konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan berperan aktif bersama masyarakat dalam percepatan pengendalian Covid-19,” ujar Tjahjo dalam konferensi pers secara virtual, dikutip.

2. Jadwal Pencairan

Untuk jadwal pencairan THR PNS 2022 ini akan mulai disalurkan pada H-10 Lebaran. Sementara untuk gaji ke-13 PNS, akan diberikan pada Juli 2022.

Baca Juga: Pengumuman! THR PNS Dibayar H-10 dan Bisa Cair Setelah Lebaran

3. Ada 8,8 Juta PNS Penerima THR 2022

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ada 8,8 juta PNS penerima THR 2022 ini.

"Jadi besarannya lebih besar dari tahun 2021, penerimanya adalah aparatur di pusat dan daerah. Bagi instansi pemerintah daerah, paling banyak 50% tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan kapasitas fiskal daerah dan sesuai peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Dengan rincian aparatur negara pusat sekitar 1,8 juta pegawai, aparatur negara daerah 3,7 juta pegawai, dan pensiunan sebesar 3,3 juta orang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Besaran THR dan Gaji ke-13

Berdasarkan PP nomor 16 tahun 2022, THR dan Gaji Ke-13 pada tahun 2022 diberikan sebesar gaji/pensiun pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji/pensiunan pokok yang meliputi tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, fungsional, atau umum, dan 50% tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.

"Anggaran untuk penyaluran THR sudah dialokasikan melalui, yang pertama, K/L dengan total sekitar Rp10,3 triliun untuk ASN Pusat, TNI, dan Polri, DAU sekitar Rp15 triliun untuk ASN daerah (PNSD dan PPPK), dan dapat ditambahkan dari APBD TA 2022 sesuai kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah dan sesuai ketentuan yang berlaku, serta bendahara umum negara sekitar Rp9 triliun untuk pensiunan," jelasnya. Shelma Rachmahyanti

5. Jokowi Tak Dapat Tunjangan Kinerja

Ternyata, Presiden, Wakil Presiden, Menteri, dan pejabat negara lainnya tidak mendapatkan tukin.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan bahwa di dalam struktur penghasilan mereka sebagai pejabat negara, tidak ada tukin.

"Struktur penghasilan Presiden tidak ada komponen tukin," ujar Yustinus kepada MNC Portal Indonesia.

6. Besaran THR Presiden

Aturan mengenai gaji presiden tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan Administrasi Presiden dan Wakil Presiden dan PP Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tinggi Negara.

Disebutkan dalam UU Nomor 7 Tahun 1978, gaji presiden ditetapkan sebesar enam kali gaji pokok pejabat tertinggi negara selain presiden dan wakil presiden.

THR diberikan sebesar gaji pokok atau pensiunan pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji atau pensiunan pokok.

Untuk wakil presiden, gaji yang diberikan adalah empat kali gaji pokok pejabat tertinggi negara selain presiden dan wakil presiden.

Dalam PP Nomor 75 Tahun 2000, dikatakan bahwa gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Majelis Perwakilan Rakyat (MPR), dan Mahkamah Agung (MA) sebesar Rp5.040.000 per bulan.

Dengan perhitungan tersebut, gaji Jokowi mencapai Rp30.240.000 per bulan atau sebesar 6 kali Rp5.040.000.

7. Besaran THR Pejabat Negara

A. Pimpinan dan anggota lembaga nonstruktural

- Ketua/Kepala atau sebutan lain: Rp24,134 juta

- Wakil Ketua/Wakil Kepala atau dengan sebutan lain Rp21,237 juta

- Sekretaris atau sebutan lain Rp18,34 juta d. Anggota Rp 18,34 juta

B. Pegawai Non-Pegawai ASN pada lembaga non-struktural dan pejabat yang hak keuangan atau hak administratifnya disetarakan atau setingkat dengan eselon/pejabat:

- Eselon I/ Pejabat Pimpinan Tinggi Utama/Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Rp19,939 juta

- Eselon II/Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Rp14,702 juta

- Eselon III/Pejabat Administrator Rp8,987 juta

- Eselon IV/Pejabat Pengawas Rp7,517 juta

C. Pegawai Non-Pegawai ASN yang bertugas pada instansi pemerintah termasuk pada lembaga nonstruktural dan perguruan tinggi negeri baru berdasarkan Perpres No. 10 Tahun 2016, sebagai pejabat pelaksana dengan jenjang pendidikan:

a. Sekolah Dasar/Sekolah Menengah Pertama/sederajat:

- Masa kerja sampai 10 tahun Rp3,219 juta

- Masa kerja di atas 10 sampai 20 tahun Rp3,613juta

- Masa di atas 20 tahun Rp4,079 juta

- Sekolah Menengah Atas/Diploma

b. Satu sederajat:

- Masa kerja sampai 10 tahun Rp3,842 juta

- Masa kerja di atas 10 sampai 20 tahun Rp4,329juta

- Masa kerja di atas 20 tahun Rp4,984juta

c. Diploma Dua/Diploma Tiga/sederajat:

- Masa kerja sampai 10 tahun Rp4,138juta

- Masa kerja di atas 10 sampai 20 tahun Rp4,657 juta

- Masa kerja di atas 20 tahun Rp5,397 juta

d. Strata I/Diploma Empat/sederajat:

- Masa kerja sampai 10 tahun Rp4,735 juta

- Masa kerja di atas 10 sampai 20 tahun Rp5,394 juta

- Masa kerja di atas 20 tahun Rp6,229 juta

e. Strata 2/Strata 3/sederajat:

- Masa kerja sampai 10 tahun Rp5,064 juta

- Masa kerja di atas 10 sampai 20 tahun Rp5,77 juta

- Masa kerja di atas 20 tahun Rp6,769 juta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini