Share

4 Fakta BLT Minyak Goreng Rp300.000 Hampir 100%, Langsung Diantar ke Rumah hingga Pakai Pesawat

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 30 April 2022 03:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 320 2586863 4-fakta-blt-minyak-goreng-rp300-000-hampir-100-langsung-diantar-ke-rumah-hingga-pakai-pesawat-m3Kyts3BJO.jpg BLT minyak goreng diberikan ke masyarakat (Foto: Freepik)

JAKARTA – BLT Minyak Goreng terus diberikan kepada masyarakat. Menjelang Lebaran, sistem penyaluran BLT Minyak Goreng lebih bervariasi alias diantar ke rumah.

BLT minyak goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah diberikan ke masyarakat. Total masing-masing warga menerima Rp500.000.

Adapun rinciannya BLT Rp500.000 yang diterima adalah BLT minyak goreng untuk tiga bulan dengan nominal masing-masing Rp100.000 per bulannya dan Rp200.000 untuk BPNT pada bulan April 2022.

Berikut adalah fakta mengenai BLT minyak goreng cair yang dirangkum Okezone, Sabtu (30/4/2022).

1. Diantar ke rumah

BLT minyak goreng Rp300.000 dan sembako Rp200.000 bakal diantar langsung ke rumah untuk kategori ini. Di mana hanya penerima disabilitas ataupun berusia sudah tua yang akan diantar langsung ke rumah tanpa harus antre.

2. Antre di kantor pos

Untuk masyarakat penerima BLT minyak goreng dan sembako di luar kategori tersebut harus mencairkan di kantor pos harus membawa identitas asli yaitu KTP atau kartu keluarga (KK).

Kalau berhalangan hadir dan terpaksa diwakilkan harus merupakan anggota keluarga di dalam satu KK dengan membawa KK dan KTP asli. Jika KPM tidak mempunyai e-KTP dan hanya mempunyai KTP lama, maka disiapkan KK asli sebagai data pembanding.

3. Selesai sebelum Lebaran

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meyakini penyaluran BLT minyak goreng rampung sebelum Lebaran 1443 Hijriah. Saat ini penyaluran BLT minyak goreng saat ini sudah mencapai 98%

"Akan rampung insya Allah, ini 2-3 hari akan selesai," kata Risma seperti dilansir Antara, di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

4. Pakai Pesawat

Mensos mengatakan meski hampir rampung, masih juga ditemukan kendala dalam penyaluran, baik karena kondisi geografis maupun data penerima.

"Kendalanya banyak, Indonesia ini kan kepulauan, kemudian ada yang di Papua jaraknya jauh, terpaksa kita terobos bagaimana bisa dibagikan, kemarin kita kirim pakai pesawat untuk mempercepat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini