JAKARTA - Warga Muslim di berbagai belahan dunia merayakan Idul Fitri. Namun tampak jelas bahwa dibanding tahun-tahun sebelum pandemi, orang-orang lebih menahan diri untuk membeli berbagai kebutuhan.
Saat Lebaran sedianya menjadi waktu yang sibuk bagi Faizan Ilyas, seorang penjahit di Pakistan. Biasanya dia memiliki banyak pelanggan yang memesan baju baru untuk Hari Raya Idul Fitri. Dan ini bisa menjadi bisnis yang bagus baginya setelah dua tahun sepi karena lockdown atau penghentian kegiatan dan penutupan sebagian wilayah, karena pandemi virus corona.
Tetapi kali ini pun dia tidak menerima pesanan sebanyak yang diharapkan.
“Saat Ramadan tahun lalu pasar-pasar di lockdown karena virus corona. Kami para penjahit hanya mendapat sedikit pekerjaan. Orang-orang seperti kami yang berpenghasilan tetap setiap hari, menghadapi banyak kesulitan. Alhamdulillah pasar kini dibuka. Ada beberapa pekerjaan yang sedianya bisa menghasilkan uang. Tetapi hingga saat ini kami tidak mendapatkan banyak pesanan karena inflasi,” ujarnya, dikutip dari VOA Indonesia, Senin (2/5/2022).
Baca Juga: Libur Lebaran, Mal di Jakarta 'Diserbu'
Beberapa bulan terakhir ini inflasi melonjak di Pakistan, terutama didorong oleh naiknya harga BBM dan komoditas akibat perang Rusia di Ukraina.
“Kain untuk satu pakaian yang biasanya sekitar Rp80-100 ribu, kini dijual sekitar Rp175-200 ribu. Jadi orang memilih mengurangi membeli baju baru sekarang. Mereka yang biasanya memesan empat pakaian, sekarang hanya memesan satu pakaian saja,” tambah Faizan.
Toko-toko yang menjual gelang, perhiasan dan perlengkapan make-up masih bergeliat, karena meskipun menghadapi masalah ekonomi, orang-orang tentunya masih ingin merayakan Idul Fitri dengan penuh gaya; sebagaimana disampaikan salah seorang pembeli di pasar, Laiba Qureshi.
Baca Juga: Ucapkan Selamat Lebaran, Ahok Berdoa agar Tuhan Selalu Memberkati Bangsa Indonesia
“Iya harganya memang sedikit naik. Tetapi ketika orang harus membeli barang tertentu, mereka akan mengurangi pembelian barang lain. Tentu saja orang-orang akan tetap berbelanja untuk Idul Fitri meskipun barangnya mahal. Idul Fitri adalah saat spesial bagi kami umat Islam. Kami tetap membeli barang meskipun kami susah,” tukasnya.
Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, kegembiraan menyambut Idul Fitri kian memuncak seiring akan berakhirnya bulan Ramadan. Banyak perempuan berharap dapat mempercantik penampilan dengan sepasang sepatu baru yang gemerlap dan pakaian indah karena bagaimana pun juga ada saatnya untuk memanjakan diri sendiri bukan?