Penjualan tanah dari Kendal mengalami penurunan sebesar 22% dari 50,2 hektar pada tahun 2020 menjadi 37,5 hektar pada tahun 2021, sedangkan harga jual rata-rata di Kendal meningkat dari Rp1,25 juta per m2 pada 2020 menjadi Rp1,3 juta per m2 pada tahun 2021.
Pendapatan dari segmen infrastruktur perseroan (terutama listrik, air, air limbah, pengelolaan kawasan, dan pelabuhan) meningkat 6% dari Rp1,06 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp1,12 triliun pada 2021. Ini disebabkan adanya peningkatan pendapatan dari Jasa - Pemeliharaan dan Dry Port, yang masing-masing meningkat 14% dan 20%.
Sementara, pendapatan Leisure & Hospitality membukukan penurunan pendapatan sebesar 4% menjadi Rp94,3 miliar pada tahun 2021.
BACA JUGA:Itama Ranoraya (IRRA) Raup Pendapatan Rp269,8 Miliar di Kuartal I-2022
Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen vila dan pariwisata sebesar Rp6,9 miliar pada tahun 2021.
Kontributor utama pada pilar Leisure & Hospitality berasal dari segmen golf, yang memberikan kontribusi 66% terhadap pendapatan pilar ini pada tahun 2021, dibandingkan dengan 59% pada tahun 2020.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.