Share

Jepang Pilih Pakai Nuklir Ketimbang Bergantung pada Energi Rusia

Jum'at 06 Mei 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 320 2589818 jepang-pilih-pakai-nuklir-ketimbang-bergantung-pada-energi-rusia-X7SlooNCFw.jpg Salah Satu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Jepang. (Foto: Okezone.com/Japan Times)

JAKARTA - PM Jepang Fumio Kishida menyatakan bahwa negaranya akan menggunakan reaktor-reaktor nuklir untuk membantu mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.

Sebenarnya, Jepang mengandalkan gas Rusia sejak menutup reaktor-reaktor nuklir setelah bencana Fukushima 2011. Gempa bumi dan tsunami ketika itu memicu bencana reaktor hingga menghancurkan wilayah timur lautnya.

Baca Juga: Joe Biden Bakal 'Lobi' Negara G7 Tambah Sanksi Rusia

Namun dalam menghadapi pemilu pada bulan Juli dan meningkatnya harga energi yang mengetatkan anggaran pemilih, Kishida mengatakan, nuklir akan menjadi bagian dari kebijakan energi Jepang pada masa mendatang.

Menurutnya, Jepang akan mengatasi kerentanan swasembada energi dengan meluaskan tempat membeli energi. Kemudian mendorong penggunaan energi terbarukan dan menggunakan energi nuklir untuk mendiversifikasi sumber-sumber pembangkit listriknya.

Baca Juga: Balas Putin, Uni Eropa Segera Larang Impor Minyak Rusia

“Kami akan memanfaatkan reaktor nuklir dengan jaminan keamanan untuk berkontribusi bagi pengurangan ketergantungan pada energi Rusia di seluruh dunia,” kata Kishida, dilansir dari VOA Indonesia, Jumat (6/5/2022).

“Memulai kembali hanya satu reaktor nuklir yang sudah ada akan memiliki efek yang sama seperti memasok satu juta ton gas alam cair (LNG) baru per tahun ke pasar global,” tambahnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Lebih dari satu dekade setelah gempa dan tsunami Maret 2011 memicu krisis nuklir terburuk di dunia setelah Chernobyl, energi nuklir masih menjadi isu sulit di Jepang. Di mana hanya segelintir dari 30 PLTN-nya yang masih beroperasi sekarang ini.

Namun, mayoritas masyarakat dan bisnis menghendaki pemerintah memulai kembali reaktor nuklir untuk mengatasi masalah keamanan energi, dengan krisis Ukraina dan kenaikan harga energi menambah momentum pada perubahan pendapat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini