Share

Curhat Petani dan Pengepul Sawit soal Larangan Ekspor CPO

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 08 Mei 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 320 2590421 curhat-petani-dan-pengepul-sawit-soal-larangan-ekspor-cpo-LJDBJP4VAh.jpg Petani Keluhkan Ekspor CPO Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Petani sawit mulai mengeluh hasil panennya tak ada yang beli pasca-larangan ekspor CPO dan minyak goreng. Petani pun berharap kebijakan larangan ekspor ini bisa segera dicabut.

Petani Sawit Kalimantoro, di Muara Badak mengaku bukan hanya kehilangan kesempatan mendapatkan uang untuk berlebaran, bahkan setelah Lebaran ini dia pun harus memutar otak untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya jika larangan ekspor tidak segera dicabut.

"Kami berharap bisa segera dicabut atau diatur lebih baik lagi agar minyak goreng dalam negeri aman dan kami bisa menjual hasil sawit kami. Tidak seperti sekarang ini," kata Kalimantoro.

Sementara itu, Seorang Pengepul Sawit di Marangkayu Hary Setiawan mengatakan, tidak bisa membeli sawit karena tidak ada juga pengusaha yang mau membeli sejak adanya larangan ekspor tersebut.

"Biasa saya kirim ke Muara Badak. Tapi sekarang mereka tidak terima barang. Tentu saya gak mau ambil risiko. Kalau tidak terjual sawit akan rusak. Beda dengan karet," kata Hary.

Dia juga berharap, kran ekspor kembali dibuka oleh pemerintah agar eksportir sawit bisa mengirim sawit lagi ke luar negeri dan mereka bisa mengais untung dari biji-biji sawit tersebut.

Baca Selengkapnya: Ekspor CPO Dilarang, Petani: Tak Ada Pengepul yang Mau Beli Sawit Lagi

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini