Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Austindo Nusantara (ANJT) Catat Laba Bersih Rp158,4 Miliar, Melesat 261%

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 11 Mei 2022 |12:41 WIB
Austindo Nusantara (ANJT) Catat Laba Bersih Rp158,4 Miliar, Melesat 261%
Austindo catat laba bersih Rp158,4 miliar. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berhasil mencatat lonjakan laba bersih 261,9% menjadi USD11 juta atau setara Rp158,4 miliar. (Kurs: Rp14.400).

Di mana hal ini karena tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi pemicu lonjakan laba perusahaan.

Adapun Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya, Lucas Kurniawan mengatakan, pada awal tahun 2022 perseroan diuntungkan dengan tingginya harga jual rata-rata CPO dan palm kernel (PK).

 BACA JUGA:Peremajaan Sawit, Austindo Nusantara Anggarkan Capex USD42,8 Juta

Menurutnya, ini membuat Earning, Before, Interest, Tax and Amortization (EBITDA) Austindo Nusantara mengalami kenaikan dari sebelumnya USD12,9 juta menjadi USD23,7 juta pada kuartal I 2022 dengan kenaikan margin EBITDA dari 21,9% menjadi 31,4%.

Lalu, dari segi produksi, selama kuartal pertama 2022, Austindo Nusantara memproduksi tandan buah segar (TBS) sebesar 173.339 MT.

Untuk perkebunan Papua Barat yang mulai masuk tahap produksi komersial di tahun 2020 menyumbang 15% dari total produksi dengan kenaikan produksi 40% dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

“Keberhasilan Austindo Nusantara di kuartal pertama 2022 juga didukung peningkatan pendapatan dari penjualan tepung sagu dan edamame segar dan beku yang masing-masing meningkat sebesar 78% dan 175%. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Sementara, kinerja positif pada kuartal pertama 2022 ditopang upaya Austindo Nusantara membangun fundamental aspek keberlanjutan dan penerapan ESG secara konsisten. Sejak 2012 perseroan telah menjalankan sejumlah proyek mitigasi perubahan iklim.

“Selain itu, Austindo Nusantara baru saja menyelesaikan road map mencapai net-zero carbon yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030,” ungkapnya.

Dia berharap ke depannya, dari survei lapangan terhadap potensi buah, produksi TBS dari perkebunan Sumatera Utara II dan Kalimantan Barat diperkirakan akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya di 2022.

 BACA JUGA:Laba Bersih Mitratel (MTEL) Rp459 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 34%

“Untuk mencapai pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan, kami akan memprioritaskan keseimbangan profil usia tanaman kelapa sawit dengan tetap mempertahankan profitabilitas dan arus kas melalui strategi penanaman kembali (replanting) terutama di perkebunan Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara I,” jelasnya.

Sebagai informasi, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi agronomi yang mengutamakan perhatian kepada unsur ramah lingkungan seperti penerapan pupuk organik (kompos) dalam skala lebih besar, setelah sukses menerapkan pupuk organik pada dua perkebunan.

Sehingga nanti akan ada inovasi lainnya seperti fertigasi, teknik penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk kelapa sawit Elaeidobius kamerunicus, pengelolaan air, serta melakukan transformasi digital juga akan dilanjutkan pada tahun ini.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement