Share

Berikut Daftar Negara yang Larang Ekspor Bahan Pangan termasuk Indonesia

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 320 2595988 berikut-daftar-negara-yang-larang-ekspor-bahan-pangan-termasuk-indonesia-F5Sk3fxRd0.jpg Negara-Negara yang Larang Ekspor Bahan Pangan. (Foto: Okezone.com/Pelindo)

JAKARTA – India telah melarang ekspor gandum atau menjadi negara terbaru yang melakukannya karena harga gandum melonjak tahun ini sebagian karena perang Rusia-Ukraina.

Perang telah memicu lonjakan besar dalam harga gandum, dengan Rusia dan Ukraina di antara pengekspor komoditas terbesar. Kedua negara tersebut menyumbang 29% dari ekspor gandum global, menurut Bank Dunia.

Harga gandum melonjak sekitar 6% pada hari Senin setelah pengumuman akhir pekan India.

“Dengan harga pangan yang sudah tinggi karena gangguan rantai pasokan terkait COVID dan penurunan hasil panen tahun lalu, invasi Rusia datang pada saat yang buruk bagi pasar pangan global,” kata Peterson Institute for International Economics (PIIE), Washington D.C.- think tank berbasis, dalam catatan April seperti dilansir dari CNBC, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: India Stop Ekspor Gandum, Mendag: Semua Negara Prioritaskan Kepentingan Nasional

Rusia dan Ukraina termasuk di antara lima pengekspor global teratas untuk banyak sereal dan biji minyak penting, seperti jelai, bunga matahari dan minyak bunga matahari, serta jagung, menurut PIIE.

India tidak sendirian. Selain Rusia dan Ukraina, Mesir, Kazakhstan, Kosovo, dan Serbia juga telah melarang ekspor gandum.

Bukan hanya gandum, banyak negara juga telah menerapkan larangan ekspor makanan lainnya karena inflasi global yang melonjak akibat krisis Ukraina.

Harga telah melonjak untuk berbagai macam produk makanan lainnya, berkontribusi terhadap kenaikan inflasi di seluruh dunia. Beberapa produk tersebut antara lain minyak bunga matahari, minyak sawit, pupuk dan biji-bijian.

Baca Juga: Ekspor RI Capai USD27,3 Miliar, Kemenkeu Tetap Waspadai Perang Rusia-Ukraina

Selain harga pangan yang naik, pasokan berbagai produk pangan juga tidak menentu.

Ukraina belum dapat mengekspor biji-bijian, pupuk dan minyak sayur, sementara konflik juga menghancurkan ladang tanaman dan mencegah musim tanam yang normal.

Pemerintah juga menuduh Rusia mencuri beberapa ratus ribu metrik ton biji-bijian dan menjualnya kembali. Kementerian luar negeri Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

“Seiring perang berlanjut, ada kemungkinan yang berkembang bahwa kekurangan pangan, terutama biji-bijian dan minyak sayur, akan menjadi akut, membuat lebih banyak negara beralih ke pembatasan perdagangan,” tulis analis PIIE Joseph Glauber, David Laborde dan Abdullah Mamun.

Selama akhir pekan, Kelompok 7 negara industri mengeluarkan peringatan tentang risiko krisis kelaparan dunia kecuali Rusia mencabut blokade terhadap gandum Ukraina yang saat ini tertahan di pelabuhan Ukraina, menurut Financial Times.

Berikut daftar negara-negara yang telah melarang ekspor makanan beberapa bulan setelah perang Rusia-Ukraina dimulai, menurut pelacak langsung yang dikembangkan oleh PIIE.

Argentina: Minyak kedelai, bungkil kedelai, 31 Desember 2023

Algeria: Pasta, turunan gandum, minyak sayur, gula hingga 31 Desember 2022

Mesir : Minyak sayur, jagung 12 Juni 2022. Gandum tepung, minyak, lentil, pasta, kacang-kacangan 10 Juni 2022

India: Gandum hingga 31 Des 2022

Indonesia: Minyak sawit, minyak inti sawit 31 Des 2022

Iran: Kentang, terong, tomat, bawang merah 31 Des 2022

Kazakhstan: Gandum, tepung terigu 15 Juni 2022

Kosovo: Gandum, jagung, tepung, minyak sayur, garam, gula, 31 Des 2022

Turki: Daging sapi, kambing, daging kambing, mentega, minyak goreng 31 Des 2022

Ukraina: Gandum, oat, millet, gula 31 Des 2022

Rusia: gula, biji bunga matahari 31 Agustus 2022

Serbia: Gandum, jagung, tepung, minyak 31 Des 2022

Tunisia: Buah-buahan, sayuran 31 Des 2022

Kuwait: Produk daging ayam, biji-bijian, minyak sayur 31 Des 2022

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini