Share

Curhat Pembeli Daging Sapi di Tengah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 320 2596691 curhat-pembeli-daging-sapi-di-tengah-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-R2coThCJAc.JPG Daging sapi. (Foto: Okezone)

MALANG - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di hewan ternak sapi membuat warga Malang khawatir.

Pasalnya daging sapi menjadi bahan pangan alternatif yang dikonsumsi oleh warga.

Adapun konsumen daging sapi bernama Salama mengaku khawatir akan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang akhir-akhir ini marak terjadi pada hewan ternak.

Namun, dia harus punya trik dengan mengolah lebih bersih, agar daging sapi yang dikonsumsi aman.

 BACA JUGA:Cegah Wabah PMK, Kabupaten Aceh Barat Lockdown Hewan Ternak

"Sebenarnya khawatir ada PMK itu, tapi saya mengetahui bagaimana cara mengolah agar tetap aman dikonsumsi," kata Salma pada Kamis (19/5/2022).

Dia menambahkan, daging sapi yang dibelinya bakal diolah kembali dan dijadikan lauk untuk berjualan nasi campur.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia juga menyebut kalau adanya PMK, tidak mempengaruhi porsi penjualannya.

"Saya memang berlangganan di sini. Saya membelinya tetap tidak dikurangi meskipun ada PMK itu," ungkapnya.

 BACA JUGA:4 Fakta Menghebohkan Wabah PMK Serang Hewan Ternak

Bahkan sejauh ini omzet pembelian nasi bungkusnya tetap berjalan normal.

"Tidak ada penurunan pembelian dari konsumen meski ada kabar PMK itu. Ini saya untuk berjualan. Saya berjualan nasi bungkus. Pengolahan tetap sama, yang penting bersih," tuturnya.

Sementara itu pedagang daging sapi Latifah mengungkapkan, pasca merebaknya PMK omzet penjualannya mengalami penurunan.

"PMK berpengaruh terhadap penjualan, orang pada takut. Biasanya beli banyak, menjadi sedikit," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini