Share

Krakatau Steel Siap Lunasi 50% Pinjaman dari Total Utang Rp35 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 278 2597274 krakatau-steel-siap-lunasi-50-pinjaman-dari-total-utang-rp35-triliun-f4zZOqJ1Ng.jpg Krakatau Steel Segera Lunasi Utang 50%. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memperoleh kompensasi tunai sebesar Rp1,3 triliun. Imbalan didapat setelah perusahaan menambah kepemilikan sahamnya di PT Krakatau Posco (PTKP) menjadi 50%.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan bahwa kompensasi jumbo ini mampu mendukung program restrukturisasi utang senillai Rp35 triliun.

Baca Juga: Erick Thohir Berhasil Tambah Saham KRAS di Krakatau Posco Jadi 50%

Selain itu, beban utang Krakatau Steel berdasarkan pinjaman sebesar Rp3,6 triliun juga akan dialihkan kepada PTKP. Dengan begitu, beban utang emiten baja pelat merah ini secara keseluruhan juga menjadi berkurang.

"Berdasarkan transaksi ini, Krakatau Steel melakukan in-kind fasilitas Hot Strip Mill #2 ke PTKP. Selain meningkatkan saham di PTKP, Krakatau Steel memperoleh kompensasi tunai atas transaksi ini sebesar Rp1,3 triliun yang dapat dimanfaatkan Perseroan dalam mendukung program restrukturisasi," ungkap Silmy, dikuti Jumat (20/5/2022).

Baca Juga: Utang Krakatau Steel (KRAS) Berkurang Rp3,3 Triliun, Uang dari Mana?

Keputusan penambahan kepemilikan saham ini dilutuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kamis, (19/5/2022). Diketahui, PTKP adalah perusahaan joint venture antara Krakatau Steel dan Posco yang didirikan sejak 2010 dan beroperasi pada 2014. Sedangkan Posco adalah produsen baja terbesar keempat di dunia dari Korea berkapasitas produksi sebesar 42 juta ton per tahun.

Ihwal utang, Silmy optimistis perusahaan mampu mengurangi jumlah pinjaman hingga 50% pada 2022 dari total utang Rp35 triliun. Ada sejumlah langkah strategi yang ditempuh agar target bisa terealisasi hingga akhir tahun ini.

Adapun strategi yang dimaksud berupa divestasi aset, cash flow perusahaan, right issue, dan masuknya investor baru. Untuk divestasi aset, emiten dengan kode saham KRAS ini melepas sejumlah bidang tanah hingga sahamnya. Adapun target pendanaan mencapai USD 300 juta.

Sementara target anggaran yang dihimpun dari cash flow perusahaan pada tahun ini sebesar USD 250 juta. Dengan begitu, upaya pengurangan utang perusahaan yang bersumber dari aksi korporasi ini mencapai USD524 juta.

Targetnya tahun ini, ini kan masih flid, dari divestasi itu kita bisa mendapatkan USD300 juta dari divestasi, dari aksi korporasi dan cash flow sekitar USD 250 juta. Alokasi buat utang USD 524 juta," ungkap Silmy saat ditemui Wartawan di kawasan Jakarta Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini