Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Covid-19 Turun, Maskapai Berlomba-lomba Siapkan Penerbangan Jarak Jauh Nonstop

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 20 Mei 2022 |14:50 WIB
Covid-19 Turun, Maskapai Berlomba-lomba Siapkan Penerbangan Jarak Jauh Nonstop
Penerbangan (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

Kini, para pelancong ingin terbang lebih jauh, lebih cepat, dan lebih mewah, namun membayar lebih sedikit.

Memenuhi tuntutan ini membutuhkan pemikiran inovatif dan maskapai penerbangan semakin berinvestasi untuk mengembangkan pengalaman yang akan membuat penumpang jarak jauh senang. Berikut adalah tiga di antaranya.

Pesawat tentu membutuhkan bahan bakar - dan dalam jumlah yang banyak.

Pesawat Boeing 747 - ikon perjalanan jarak jauh - menghabiskan bahan bakar jet dengan kecepatan yang mencengangkan, yaitu satu galon per detik, atau setara 4,54 liter per detik

Akibatnya, untuk menerbangkan jet seperti ini selama berjam-jam, dibutuhkan tangki bensin yang besar.

Pesawat seperti Boeing 747 mengangkut lebih dari 57.000 galon (259.127 liter) bahan bakar (pemegang rekor adalah pesawat Antonov An-225 yang dapat membawa hampir 100.000 galon, atau 454.000 liter).

Sebagai perbandingan, mobil sedan empat pintu rata-rata menampung lebih dari 15 galon (62,2 liter).

Tangki yang lebih besar dapat membantu melangkah lebih jauh tetapi tentu tagihan biaya bensin akan lebih besar.

Pada harga bensin saat ini, mobil sedan rata-rata akan memakan biaya US$50 (sekitar Rp736.000); sementara pesawat Boeing 747, lebih dari $140.000 (sekitar Rp2 miliar).

Pengeluaran besar seperti itu menjadi pertanda buruk bagi penumpang, dengan sebagian besar tarif digunakan untuk membayar biaya bahan bakar maskapai.

Yang memperburuk keadaan adalah volatilitas di pasar energi yang dapat menyebabkan perubahan besar-besaran dalam harga bahan bakar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement