Share

Pilihan Investasi Aman Bagi Milenial, Cuan dan Bermanfaat!

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 622 2599993 pilihan-investasi-aman-bagi-milenial-cuan-dan-bermanfaat-m6epkvtSOf.jfif Tips Investasi Bagi Milenial. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Investasi di kalangan milenial sedang meningkat. Milenial pun diajak menanamkan uangnya dengan cara bijak dan cerdas, supaya tidak merugi karena investasi.

Head of Communication UNDP Indonesia Tomi Soetjipto mengatakan, tren investasi saat ini telah mencapai perubahan mendasar karena semua orang dapat memilih dan memutuskan instrumen mereka dengan cara yang paling nyaman. Melalui berbagai aplikasi investasi misalnya, semua orang dapat menginvestasikan uang mereka dalam hitungan detik.

Baca Juga: Investasi Bagi Generasi Milenial Bersama MotionBanking

Namun demikian, perubahan tersebut tidak dibarengi dengan literasi keuangan tentang bagaimana memilih dengan bijak berdasarkan kredibilitas instrumen keuangan. Lebih jauh lagi, apakah investasi keuangan tersebut aman serta bermanfaat bagi masyarakat luas juga belum diketahui banyak pihak.

Menurut Tomi, pemerintah Indonesia saat ini telah mengeluarkan berbagai instrumen keuangan yang melibatkan pembiayaan oleh publik, seperti SDGs Bond hingga Green Sukuk. Instrumen keuangan tersebut, dikatakannya lebih aman dan bermanfaat karena dapat berkontribusi untuk negara, yakni digunakan untuk pembangunan berkelanjutan atau proyek-proyek yang ramah lingkungan, sesuai dengan standar internasional.

Baca Juga: Investasi Pendidikan Pakai THR Lebaran Anak, Berikut Penjelasannya Bunda!

“Banyak sekali duit anak muda hilang dengan mudahnya melalui skema investasi yang tidak aman. Sayang sekali, karena kemudahan investasi itu juga mudah juga hilangnya. Jadi, kita bicara bagaimana menarik investasi anak muda itu ke proyek-proyek pembangunan Indonesia,” kata Tomi, Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan juga mengungkapan, sejak penerbitan green sukuk atau sukuk hijau mulai 2018 sampai 2020, berhasil mengurangi emisi 10,3 juta ton setara karbon dioksida. Menurut Deni, investor milenial yang mulai berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) ini dapat membantu perekonomian agar pembiayaan pembangunan juga dapat lebih mandiri.

“Kalau teman-teman banyak yang bertanya kenapa pemerintah utang terus, karena kita harapkan adanya semakin besar kontribusi dari investor domestik. Kenapa kita sasar generasi muda? Karena harapannya milenial dari yang masih SMA atau kuliah, atau kerja, setelah mengetahui manfaat investasi, harapannya ke depan Indonesia bisa mendapat sumber pembiayaan jangka panjang dari domestik, tanpa tergantung dari investor asing. Jadi kita punya kemandirian dari sisi pembangunan,” ujarnya.

Deni menuturkan, catatan pihaknya menunjukkan bahwa ada 40 persen generasi milenial telah menjadi investor retail domestik di Indonesia. Bahkan, ada sekitar 1 persen dari generasi z, yakni siswa SMA, juga sudah mulai untuk berinvestasi.

“Kondisi sektor keuangan kita saat ini didominasi oleh perbankan, yang mana pengelolaan dananya jangka pendek. Sementara kita untuk pembangunan itu perlu dibiayai oleh sumber-sumber jangka panjang. Misal pembangunan jembatan, airport dan sarana lainnya, itu tentu membutuhkan waktu jangka panjang. Untuk itu pemerintah dalam pembiayaan ini tidak hanya kejar jumlah saja, tapi juga ingin mencoba kembangkan pasar keuangan,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini