Share

Distribusi Sapi Jelang Idul Adha Pakai Tol Laut

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 320 2601080 distribusi-sapi-jelang-idul-adha-pakai-tol-laut-3vnmQ9A8t8.jpg Distribusi hewan kurban pakai tol laut (Foto: Okezone)

JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan keamanan dan keselamatan pengiriman hewan ternak dengan Kapal Ternak di tengah pandemi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Mugen Sartoto menyatakan, bagi pemilik sapi dianjurkan untuk mengirimkan ternaknya dengan kapal tol laut dalam hal ini pemanfaatan kapal ternak guna mengurangi risiko penyebaran virus PMK lewat kontak di jalur darat.

"Proses pengiriman hewan ternak terutama menjelang Idul Adha dipastikan akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penularan virus PMK harus diwaspadai. Wilayah asal ternak dari NTB dan NTT dan wilayah tujuan Tanjung Priok dan Jawa Tengah dianjurkan menggunakan Tol Laut agar tidak melewati wilayah Jawa Timur yang menjadi wilayah pandemi PMK," Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Pandemi penyakit mulut dan kuku seperti ini, Kapal Angkutan Khusus ternak tetap beroperasi seperti biasa. Saat ini Kapal Ternak tengah mengangkut 550 ekor sapi yang berasal dari Bima dan Kupang yang akan dibongkar di Pelabuhan Tj. Priok.

"Pada prinsipnya Kemenhub akan menyiapkan sarana angkutnya dalam hal ini kapal khusus ternak. Terkait dengan prosedur masa pandemi dilakukan oleh badan karantina.Kita akan mengangkut ternak yang sudah dinyatakan bebas oleh pihak karantina hewan sesuai penetapan yang dilakukan oleh dinas peternakan provinsi," ujarnya.

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 6 (enam) unit kapal ternak yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengangkut ternak dengan mengutamakan kesehatan hewan.

“Muatan ternak sapi yang diangkut dengan kapal angkutan khusus ternak sudah melalui tahapan karantina selama 14 hari di pelabuhan muat, dan sudah mendapatkan Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) yg dikeluarkan oleh Badan Karantina Daerah. Sehingga hewan ternak yang diangkut benar-benar sehat dan bebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” bebernya.

Dalam hal penentuan pelabuhan singgah Kementerian Perhubungan mendapatkan rekomendasi untuk dijadikan trayek dari Kementerian Pertanian berdasar usulan Provinsi di seluruh Indonesia.

"Pada prinsipnya Kementerian Perhubungan akan selalu berupaya untuk menyiapakan armada kapal ternak agar siap jika akan digunakan distribusi ternak dari berbagai wilayah sesuai permintaan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Dengan begitu, Jalur laut dinilai lebih aman bagi hewan ternak karena dapat meminimalisir kontak fisik dibanding jika dikirim lewat jalur darat. “Jadi, proses pengiriman hewan ternak tujuan Jawa Tengah tidak perlu melewati daerah Jawa Timur yang saat ini tengah menjadi episentrum wabah sehingga virus PMK yang ada di Jawa Timur juga tidak akan terbawa sampai ke Jawa Tengah karena tidak ada kontak fisik di darat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini