Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS lebih rendah pada Jumat (27/5/2022), tetapi sempat memantul dari posisi terendah sesi setelah angka inflasi April, yang mendorong harapan bahwa tekanan lonjakan harga yang terburuk telah berlalu.
Sebuah laporan terpisah menunjukkan belanja konsumen AS naik lebih tinggi dari yang diperkirakan bulan lalu karena rumah tangga mendorong pembelian barang-barang dan jasa.
Laporan utama AS minggu depan adalah angka penggajian non pertanian (nonfarm payrolls) untuk bulan Mei di akhir pekan.
"Data pekerjaan akan menjelaskan ruang lingkup pengetatan dari kuartal ketiga ke depan," kata Manimbo.
Euro telah menjadi penerima manfaat utama dari penurunan dolar, tetapi momentum itu juga terhenti karena investor percaya banyak dari kenaikan suku bunga yang diharapkan dari Bank Sentral Eropa telah diperhitungkan ke level saat ini.
Mata uang tunggal itu datar untuk hari ini di 1,0731 dolar AS, setelah sebelumnya naik ke level tertinggi dalam sebulan. Sterling 0,16% lebih tinggi pada 1,2628 dolar AS.
Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat 0,8% menjadi 0,7156 dolar AS, sementara dolar Selandia Baru melonjak 0,88% menjadi 0,6535 dolar AS.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.