Share

Banyak UMKM Belum Go Digital, Apa Penyebabnya?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 320 2603118 banyak-umkm-belum-go-digital-apa-penyebabnya-d52WiI06B3.jpg UMKM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penelitan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan kurangnya pengetahuan dan skill dalam menggunakan layanan digital membuat banyak pelaku UMKM belum go digtal.

Di mana mereka tidak aman dalam melakukan transaksi digital menjadi faktor para UMKM belum go digital.

Padahal, menurut penelitian CIPS, digitalisasi dapat menjaga produktivitas dan mempertahankan pendapatan mereka di tengah pandemi Covid-19.

 BACA JUGA:Menko Airlangga: Penyerapan Tenaga Kerja UMKM Capai 97%

Ditambah lagi, pembatasan sosial serta perubahan pola konsumsi masyarakat telah mendorong masyarakat menggunakan platform digital untuk belanja dan bertransaksi.

“Penetrasi penjualan digital bisa menjadi strategi utama mereka, sebenarnya. Karena strategi ini dapat memperluas jangkauan pasar dan mempromosikan produk mereka sambil mematuhi kebijakan pembatasan sosial yang menetapkan batas tertentu untuk kapasitas toko dan pengurangan jam operasi,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan, Selasa (31/5/2022).

Di sisi lain, Pingkan juga mengatakan, meskipun penggunaan internet di Indonesia tumbuh terus dengan penetrasi internet mencapai 73% dan 196 juta pengguna, tetapi pengetahuan teknologi masih rendah.

Sejingga keterbatasan infrastruktur, dan tenaga kerja yang kurang terampil masih menjadi kendala digitalisasi UMKM.

Oleh sebab itu, menurutnya, dengan memberikan akses pada UMKM untuk mempromosikan dan menjual produknya melalui platform digital diharapkan dapat membantu mendorong realisasi target pemerintah pada tahun 2030, yaitu merangkul 30 juta UMKM ke dalam ekosistem digital.

 BACA JUGA:Beri Pelatihan UMKM, Sandiaga Uno Cerita Pengalaman Mulai Bisnis 25 Tahun Lalu Usai Krisis

"CIPS mendukung peningkatan kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta yang bertujuan untuk mendorong UMKM ‘naik kelas’ semakin digalakkan. Sebab, kerja sama ini dapat membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan operasionalnya," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, kerja sama dengan pihak swasta juga dapat membantu mempercepat proses digitalisasi dengan menjangkau lebih banyak lagi UMKM.

"Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualannya, sementara kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Dinkop) juga perlu ditingkatkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini