Share

Wejangan Erick Thohir ke Abdee Slank: Kerja Itu Harus Cari Enaknya agar Maksimal

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 622 2603743 wejangan-erick-thohir-ke-abdee-slank-kerja-itu-harus-cari-enaknya-agar-maksimal-CLuQrzDuWw.jpg Abdee Slank Bersama Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank mengaku mendapat semangat kerja lewat humor yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir. Kejadian ini terjadi Rhapsody Indonesia.

Rasa stres menghampiri Abdee saat menjadi produser acara "Rhapsody  Indonesia" kolaborasi Slank dengan Menteri BUMN sebagai bintang tamu. Sebagai produser acara, Abdee mengaku cukup stress karena ada beberapa kendala.

Pada saat di ruang ganti menemani Menteri Erick, ada yang mau memfoto dirinya. Meskipun sebenarnya enggan, ia mengiyakan.

Baca Juga: 11 BUMN Setor Dividen ke Negara Rp41 Triliun, Mayoritas dari Perbankan

Rupanya, diam-diam, Menteri Erick Thohir tahu jika dirinya tengah "bete".

Nah, pada saat sedang di foto, Menteri BUMN Erick Thohir ada di dalam bilik ruang ganti sebelah tiba-tiba ke luar dan melakukan "Photobomb", alias aksi usil pada foto sehingga hasilnya jadi lucu dan mencairkan suasana.

“Semua orang tertawa, termasuk saya. Adegan itu lumayan mengurangi stress,” ujar Abdee, Rabu (1/6/2022).

Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN, Ini Pesan OJK

Menteri BUMN Erick Thohir pun memberi wejangan kepada Abdee Slank.

"Mas, kerja itu, kita harus cari enaknya agar hasilnya maksimal dan bermanfaat buat banyak orang," ujarnya. 

Erick mengatakan, mayoritas penduduk Indonesia adalah usia muda. Meleknya anak muda Indonesia pada digitalisasi akan menjadi kekuatan utama dalam merepons disrupsi teknologi.

Alasannya, disrupsi digital adalah peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Dirinya yakin, ekonomi akan terus tumbuh pada 2045 menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi dunia.

Erick pun meminta agar digitalisasi ini jangan membuat anak muda menjadi pasif. Dia menilai Indonesia sudah menghadapi first wave dengan hadirnya media online. Kemudian second wave dengan hadirnya bergam aplikasi.

Kemudian, dia menyebut third wave dengan hadirnya metavers.

Erick mengimbau jangan sampai kondisi ini hanya sekadar arena yang dikuasai produk asing. Erick memandang sudah menjadi keharusan bagi anak muda Indonesia untuk menekuni teknologi, khususnya digital.

“Generasi muda harus segera melakukan adaptasi, jangan hanya menghindar dari masalah tapi harus terlibat memecahkan masalah. Kita butuh generasi muda yang mampu mengantisipasi perubahan teknologi. Jangan sampai lapangan kerja sekarang ini di Indonesia dimanfaatkan generasi muda negara lain. Kalau kalian tak mau berubah, tak mau beradaptasi, hanya menghindar dari masalah, maka rusaklah Indonesia," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini