Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode Mei 2022.
Sementara itu, lanjut dia, harga referensi biji kakao pada Juni 2022 sebesar USD2.520,13/MT menurun 2,93% atau USD76,05 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD2.596,18/MT.
Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Juni 2022 menjadi USD 2.232/MT, menurun 3,22% atau USD 74,25 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.307/MT.
"Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi meningkatnya harga minyak nabati lainnya dikarenakan gangguan pasokan akibat konflik antara Rusia-Ukraina. Selain itu, diberlakukannya kebijakan larangan sementara ekspor kelapa sawit oleh Indonesia ikut mempengaruhi peningkatan harga CPO," papar Veri.
Sedangkan, sambungnya, penurunan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya penurunan permintaan sebesar 0,25% walaupun produktivitas di sentra kakao mengalami peningkatan dan inflasi global serta invasi Rusia terhadap Ukraina masih berlangsung.
Kendati demikian, Veri menekankan penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5%.
Sementara untuk HPE produk kulit juga tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Sedangkan untuk produk kayu, terdapat beberapa perubahan HPE.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.