Share

Wabah PMK, 10.000 Keluarga Kehilangan Pendapatan Harian

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 320 2604977 wabah-pmk-10-000-keluarga-kehilangan-pendapatan-harian-ySFunr6aGQ.jpg Dampak Wabah PMK pada Peternak Sapi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak membuat pendapatan harian peternak sapi menurun. Peternak sapi perah jumlahnya capai puluhan ribu.

"Peternak sapi perah yang hilang pendapatan harian sudah setidaknya 5.000-10.000 keluarga," ungkap Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, peternak sapi perah pun menjadi panik dan trauma karena banyak hewan yang mati karen wabah PMK. Bahkan begitu ada gejala, sapi ternak sulit untuk dijual.

Baca Juga: Ada Wabah PMK, Kementan Lockdown Hewan yang Rentan Tertular

"Dijual tidak laku. Harganya jatuh tinggal di kisaran Rp2 jutaan," ujarnya.

Dirinya pun mengkhawatirkan terjadinya depopulasi hewan ternak karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini karena banyaknya hewan yang mati karena penyakit tersebut.

"Prediksi saya, akan terjadi depopulasi hingga 30%-40% sapi perah dalam 4 bulan ke depan," ujarnya.

Baca Juga: 56 Ternak di Gunungkidul Positif Terjangkit Penyakit PMK

Berdasarkan data yang didapatnya, sapi perah di Jawa Timur banyak yang terkena PMK sekira 11.252 ekor. Hal ini membuat peternak pun ikut terdampak.

"3.915 orang peternak terdampak," ujarnya.

Di sisi lain, produksi susu sapi juga mengalami penuruna. Produksi susu koperasi-koperasi di Jawa Timur mengalami penurunan sampai 40%.

"Sudah turun sampai 40% dari normaL produksi. Kalo produksi turun tanpa terjadi depopulasi, maka penurunan ini akan terjadi secara sementara dan akan meningkat kembali meskipun tidak akan kembali normal. Tetapi jika terjadi depopulasi, maka penurunan produksi ini akan terjadi secara permanen," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memperbolehkan lalulintas hewan ternak melewati daerah yang terjangkit wabah PMK (Penyakit Kuku dan Mulut).

Dia menjelaskan hal itu diperbolehkan dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Terlebih saat ini mendekati hari raya Idul Adha.

"Dengan pengawasan dan biosekuriti yang ketat, ternak sehat dapat melalui wilayah wabah, tertular dan terduga PMK. Hal ini untuk memenuhi ketahanan pangan dan hari raya kurban nanti," ujar Kepala Barantan, Bambang.

Sedangkan untuk Hewan Rentan PMK (HRP), seperti misalnya sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan hewan kuku belah lainnya terdapat larangan untuk dilalulintaskan. Terlebih pada wilayah-wilayah yang terwabah PMK.

"Seluruh HRP dari area tersebut wajib lockdown dilarang untuk dilalulintaskan," tegas Bambang.

Sedang untuk menjamin ketersediaan hewan ternak baik untuk kebutuhan ketahanan pangan dan hari raya kurban, Barantan juga berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya untuk penyediaan moda transportasi laut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini