Share

8 Fakta Menarik Kantor Cabang Bank Banyak Tutup, Badai PHK Menghantui

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 04 Juni 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 320 2605299 8-fakta-menarik-kantor-cabang-bank-banyak-tutup-badai-phk-menghantui-vfcpJgBHsB.jpg Perbankan (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Perbankan dikhawatirkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menyusul banyaknya penutupan kantor cabang.

Perbankan pun diminta membuat skema bagi karyawannya agar terhindar dari upaya PHK.

Berikut fakta-fakta menarik kantor cabang Bank banyak tutup yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (4/6/2022):

1. Ada Digitalisasi

Praktisi Perbankan yang juga Penggagas Asosiasi Bankir Indonesia (ABI) Wira Satria mengatakan, masuknya era digitalisasi apalagi setelah adanya pandemi Covid, semua industri berlomba melakukan digitalisasi. Tak terkecuali perbankan yang beberapa saat lalu sempat terancam dengan kehadiran fintech

"Salah satu langkah efisien yang diambil oleh bank adalah dengan menutup cabang yang dianggap sudah tidak diperlukan lagi pada suatu wilayah, bahkan tutupnya kantor cabang ini akan semakin bertambah ke depannya, " jelas dia.

2. Jumlah Kantor Cabang Berkurang

Jumlah kantor cabang bank terus berkurang setiap tahun. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode Februari 2022 jumlah kantor bank sebanyak 28.530 unit dari 107 bank.

Untuk jumlah kantor ini menyusut 2.597 unit sejak 2019 yang mencapai 31.127 unit dari 110 bank.

3. Hindari PHK

Wira yang juga sebagai Penasihat Investasi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (PIPP) menuturkan, sebaiknya perbankan di Indonesia segera melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya peningkatan PHK pegawai dan pengangguran melonjak.

"Hindari terjadinya PHK yang mendadak kepada karyawan dan tidak beralasan bahkan tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sebaiknya jika ingin mengambil strategi penutupan cabang maka juga sudah harus menghitung komponen biaya pensiun dini untuk karyawan yang terkena imbas penutupan cabang. Atau disiapkan biaya pelatihan guna memberikan skill tambahan yang sekiranya berguna untuk posisi baru, " katanya.

4.Langkah Inisiatif

Wira mengatakan, hendaknya perbankan melakukan langkah inisiatif dengan menawarkan berbagai pilihan kepada pegawai yang akan terkena dampak penutupan cabang.

Selain itu, imbuhnya, perbankan juga melakukan pendekatan secara individual kepada pegawainya untuk mengetahui ekspektasi pegawai.

“Harapannya agar terjalinnya komunikasi yang baik dan mendapatkan dukungan penuh dari para pegawainya,” katanya.

5. Kehadiran Fintech

Dengan adanya win win solution terhadap pegawai yang terkena imbas penutupan cabang maka akan membuat image perusahaan tersebut juga terlihat lebih baik. Jika ada keluhan dari pegawai perbankan lalu menyampaikan di surat terbuka tentunya akan membuat image perusahaan tersebut tidak baik, maka di khawatirkan juga mencoreng industri perbankan di tanah air.

Praktisi Perbankan yang juga Penggagas Asosiasi Bankir Indonesia (ABI) Wira Satria mengatakan, masuknya era digitalisasi apalagi setelah adanya pandemic Covid, semua industri berlomba melakukan digitalisasi.

Tak terkecuali perbankan yang beberapa saat lalu sempat terancam dengan kehadiran fintech.

6. Terjebak Pilihan

Apalagi, kata dia, belakangan ini banyak terdapat keluhan dari pegawai perbankan yang kecewa terhadap kebijakan perusahaannya yang tidak memberikan pilihan yang baik.

Menurutnya, perbankan harus menawarkan pilihan yang tidak menjebak karyawan dan melanggar ketentuan.

7. Pemerintah Harus Hadir

Peran pemerintah sebagai regulator perbankan dalam hal ini sangat lah penting, selalu memperhatikan keseimbangan seluruh lapisan ekonomi merupakan tanggung jawab dan peranan pemerintah.

Wira optimis semuanya akan terselesaikan dengan baik jika semua pihak turut terlibat dan memikirkan dengan matang perihal ini.

8. Kembangkan Kemampuan

Wira mengajak kepada para bankir maupun ex-bankir yang ingin sama-sama mengembangkan kemampuan baik soft skill serta mencari peluang usaha sejak dini dipersiapkan agar jika terjadi hal-hal yang tidak terduga maka kita sebagai individu sudah siap menghadapi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini