Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Luhut Ancam Mafia Minyak Goreng

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |08:09 WIB
Menko Luhut Ancam Mafia Minyak Goreng
Minyak goreng curah. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan akan menindak tegas oknum magia pengusaha yang masih bermain dalam masalah kelangkaan dan harga minyak goreng (migor).

Menko Luhut menilai dengan adanya sejumlah pengawasan yang ketat ini, pemerintah menjamin bahwa harga minyak goreng bisa turun dalam waktu dua minggu ke depan.

“Jangan ada monopoli atau mafia lagi, kita akan tindak dan tak akan segan-segan kasih hukuman. Kita akan terus kejar orang-orang yang melakukan ini,” kata Menko Luhut dalam keterangan resmi dikutip pada Senin (6/6/2022).

 BACA JUGA:Harga Minyak Goreng Curah Masih di Atas Rp14.000, Kok Masih Tinggi?

Menko Luhut mengatakan pemerintah meminta masyarakat untuk tidak khawatir pasokan akan berkurang atau harga akan kembali meningkat.

“Dalam kebijakan pengendalian minyak goreng, Pemerintah harus dapat menyeimbangkan berbagai target dari hulu hingga hilir,” tambahnya.

Pemerintah menjamin bahwa pelaksanaan DMO dan DPO yang telah dijalankan ini merupakan penyempurnaan dari yang dilaksanakan sebelumnya.

Di mana dengan salah satunya merupakan masukan dari hasil review yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.

"Salah satunya masukan dari hasil review BPKP. Kita minta BPKP review dan dari situ kita baru tadi hitung harga yang patut dan pantas untuk diberikan," urainya.

“Selain itu Pemerintah juga memastikan bahwa penerapan kebijakan DMO dan DPO ini akan diterapkan secara konsisten hingga kondisi dirasa benar-benar stabil,” tandasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement