Share

Mentan Cek Pasokan Daging Sapi Jelang Idul Adha, Hasilnya?

Antara, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 320 2606741 mentan-cek-pasokan-daging-sapi-jelang-idul-adha-hasilnya-LWsDdI1kN3.jpg Mentan pastikan stok daging sapi aman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengecek ketersediaan pasokan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha. Menurut Mentan pasokan daging sapi aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dengan jumlah stok sebanyak 42.268 ton.

Mentan Syahrul mengatakan ketersediaan daging menjelang Idul Adha telah mencukupi untuk konsumsi dalam negeri.

Dia pun memastikan Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan dan pengendalian terhadap wabah penyakit mulut dan hewan (PMK) yang menjangkit ternak di beberapa daerah.

Terkait keamanan stok dari ancaman PMK, ia menegaskan bahwa saat ini telah dilakukan pembatasan lalu lintas ternak secara ketat guna mencegah penyebaran penyakit tersebut agar daging sapi bisa aman dikonsumsi.

"Kita tidak perlu khawatir karena pasokan dari daerah yang masuk zona hijau yakni daerah yang tidak ada kasus PMK sangat cukup untuk kebutuhan kita, khususnya untuk Idul Adha. Kita akan terus jaga dan mantapkan proses distribusi sapi sehingga supply dan demand ternak dapat berjalan lancar," katanya, Senin (6/6/2022).

Mentan Syahrul menegaskan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran wabah PMK, utamanya pada setiap daerah, meski tingkat kesembuhan ternak menunjukkan tren positif dan upaya pengendalian terus ditingkatkan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita tidak menganggap enteng kasus PMK yang ada, tetapi dalam menangani hal ini kami perlu kerja sama dengan semua pihak," kata dia.

Pihaknya bersama pemerintah daerah dan kepolisian terus fokus bekerja sesuai tugas dalam pengendalian PMK yang sudah disusun. Posko crisis center terus diawasi secara aktif, tenaga medis hewan bekerja menangani wabah ini dengan optimal, serta pelatihan untuk edukasi para penyuluh dan lainnya juga terus dilakukan.

"PMK saat ini ada dan tidak membahayakan manusia. Kita juga sudah minta fatwa MUI dan sudah keluar. Ini bukti negara hadir untuk mengendalikan agar semua berjalan dengan baik," kata Syahrul.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini