"Simulasi yang dilakukan pada musim hujan dan kondisi normal menunjukkan tidak ada dampak yang signifikan, namun pada saat musim kemarau akan menganggu irigasi serta menurunkan reservoir level dan energy generation," ujar Airlangga pada keterangan tertulisnya pada Minggu (5/6/2022).
Dia menjelaskan Analisis dampak perubahan iklim pada inflow Waduk Jatigede tersebut menggunakan pendekatan 7, pertama General Circulation Model, (GCM) dan skenario Representative Concentration Pathways (RCP) 8,5 berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2013.
BACA JUGA:Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung Agustus 2022, Jakarta Tak Lagi Banjir?
Periode waktu yang digunakan sebagai baseline yaitu 1981-2005, sedangkan periode proyeksi tahun 2006-2045.
Balai Teknik Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Aris Rinaldi menyampaikan bahwa monitoring air tanah dalam evaluasi keselamatan bendungan merupakan bagian penting dalam pengelolaan dan pemeliharaan bendungan.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.