Share

Bawa UMKM Tembus Pasar Perancis, Walikota Gibran: Kita Bawa Produk Terbaik

Viola Triamanda, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 320 2607563 bawa-umkm-tembus-pasar-perancis-walikota-gibran-kita-bawa-produk-terbaik-Iqrpe43EEF.jpeg Walikota Solo Gibran (Foto: Sindonews)

JAKARTA - UMKM Solo berhasil menembus pasar di Perancis lewat kolaborasi bersama antara Kedutaan Besar RI di Paris, Wakikota Solo (Pemko Solo) dan Ecommerce.

Walikota Solo Gibran Rakabuming menyebut, kolaborasi ini menjadi peluang memperkenalkan UMKM Solo ke pasar global.

“Ini persiapannya sangat panjang. Sudah satu tahun ini kita ada program dengan Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo dan ini kita ada kesempatan untuk membawa produk-produk terbaik kita ke Paris. Kita juga dapat kesempatan seniman kita untuk tampil di Paris,” ujar Gibran pada talkshow bertajuk “Buah Karya Bangsa di Paris dikutip Rabu (8/6/2022).

Ajang bertajuk “Java in Paris” ini melibatkan puluhan UMKM asal Solo untuk tampil di Le BHV Marais selama satu bulan lebih. Le BHV Marais adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Paris yang merupakan jaringan dari Galerie Lafayette. Ribuan produk UMKM yang akan dijual di Paris merupakan hasil kurasi Le BHV Marais.

Kesempatan tersebut juga akan dimanfaatkan dengan memperkenalkan Batik Solo di Paris yang merupakan pusat fesyen dunia.

“Jadi, semua produk andalan kita bawa. Saya sempat mengantarkan langsung BHV Marais ke pabrik dan pengrajin Batik di Solo. Ini supaya mereka tahu bagaimana proses, sejarah hingga filosofi dari motif yang ada,” ujarnya.

Duta besar Indonesia untuk Prancis, Monako, Andorra dan UNESCO, Mohamad Oemar mengatakan, keberhasilan produk Indonesia khususnya Solo, menembus pasar merupakan sebuah kebangggan tersendiri.

“Konsumen di Prancis ini selain visual yang menarik, mereka juga perlu sensoris apa lagi produk yang terkait fesyen. Melihat, menyentuh dan paling esensial mereka itu ada keinginan mengetahui ceritanya atau story dari produk yang ditampilkan,” ujarnya.

Dubes Oemar menjelaskan, masyarakat Perancis memiliki standar cukup tinggi sebagai barometer fashion global. “Sehingga kalau kita bisa masuk ke sini tentunya, bukan semata-mata gengsi bisa menembus pasar di sini, tapi juga mengangkat ranking dari karya bangsa yang bisa masuk ke pusat mode dunia,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini sedikitnya terdapat lebih dari 1.200 item yang akan dipromosikan dan dijual dalam event tersebut.

Ajang bertajuk ‘Java in Paris” ini akan dimulai pada 8 Juni hingga 17 Juli. Ajang ini sekaligus melibatkan pekerja seni dan budaya di bawah asuhan Eko Pece, koreografer dan budayawan Solo yang akan menampilkan beragam tarian Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini