Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luhut Tegaskan RI Tidak Bisa Didikte AS ataupun China

Azhfar Muhammad , Jurnalis-Jum'at, 10 Juni 2022 |08:27 WIB
Luhut Tegaskan RI Tidak Bisa Didikte AS ataupun China
Menko Luhut Tegaskan RI Tidak Bisa Didikte China dan AS. (Foto: Okezone.com/Marves)
A
A
A

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat mendikte Indonesia. Sekalipun pihak asing berinvestasi di sini.

Luhut menyampaikan, Indonesia tetap menjunjung asas kesetaraan dalam kerjasama investasi dengan pihak manapun sekalipun dengan negara Tiongkok dan Amerika.

Baca Juga: RI Jadi Raja Baterai Mobil Listrik Dunia, Menteri Bahlil: Kelihatannya Negara Tetangga Belum Ikhlas

“Percayalah tidak ada satu negara pun yang bisa mendikte kita, Itu selalu jadi statement saat ingin kerja sama investasi bahwa posisi kita sangat bagus in the strong position. Tidak boleh ada negara mendikte RI dari Amerika dan tidak juga China,” kata Menko Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Dikutip Jumat (10/6/2022).

Indonesia memiliki Kawasan industri hijau berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan itu adalah kawasan industri dengan rantai industri terpanjang di dunia.

Baca Juga: 4 Jenis Investasi yang Diminati Kaum Milenial

“Timnya tesla datang ke morowali dan valley mereka terkagum-kagum luar biasa dia mengatakan tak pernah melihat ada seperti ini di luar China,” tambahnya.

"Saya sampaikan ke Elon Musk, dan mereka terus datang kemari, timnya jalan, tidak seperti membalikkan tangan juga. Tapi setidaknya Starlink kita sudah mulai, sudah dibuka, jadi saya berkomunikasi dengan mereka,” katanya.

Sebagai catatan, Luhut melaporkan saat ini di kawasan industri Kalimantan Utara baru saja membuat energi terbarukan 265 gigawatt hour sehingga bisa memproduksi 3 juta mobil listrik.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement