Share

BEI Pantau Peningkatan Harga Saham IPPE

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 278 2611901 bei-pantau-peningkatan-harga-saham-ippe-PAHwNAF2By.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendalami dan meminta penjelasan kepada PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) dengan adanya peningkatan aktivitas dan harga saham pada 9 Juni 2022.

Disebutkan, aktivitas transaksi IPPE meningkat sebanyak 280.356.000 saham dengan frekuensi 23.447 kali, dibandingkan hari bursa sebelumnya sebanyak 18.957.400 saham dengan frekuensi 2.495 kali.

Selain itu, pada 9 Juni 2022, harga saham IPPE ditutup meningkat Rp 60 atau 25% dari harga penutupan sebelumnya pada Rp 240 menjadi Rp 300.

Terkait permintaan penjelasan BEI itu, Direktur IPPE Kemas Najiburrahman Awali menjawabnya lewat surat yang menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,”kata Kemas dikutip Neraca di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Dia juga menyebutkan, tidak ada informasi/fakta/kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta keberlangsungan hidup perseroan, yang belum diungkapkan kepada publik.

“Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang),”ujar Kemas.

Tahun ini, PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) membidik kenaikan laba hingga 100% setelah sukses membukukan peningkatan kinerja sepanjang 2021.

Direktur Utama IPPE, Syahmenan pernah bilang, optimisme target laba ini berdasarkan kinerja keuangan perusahaan selama 2021. Disebutkan laba bersih emiten pengolah minyak kelapa ini pada tahun 2021 meningkat 116% menjadi sejumlah Rp2,91 miliar dibandingkan dengan laba 2020 yang hanya sekitar Rp1,34 miliar.

“Kinerja keuangan yang baik meningkatkan optimisme kami untuk menargetkan kenaikan laba 100% pada 2022,” kata Syahmenan.

Dari sisi penjualan, dia menjelaskan perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp30,01 miliar sepanjang 2021. Nilai ini naik 95% secara YoY dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp15,36 miliar.

Perusahan yang didirikan pada Maret 2019 ini melakukan penjualan secara komersial pada bulan Mei 2019 dengan produk virgin coconut oil (VCO). Perseroan memiliki pabrik berlokasi di Batununggul 1 Balimbing, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Produk yang dihasilkan oleh perseroan terdiri atas VCO, pure coconut oil (PCO), CCO, dan copra meal (CM). IPPE juga memiliki satu entitas anak yaitu PT Agrindo Lestari Jaya yang memiliki aset lahan berupa tanah seluas 13.587 hektare di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, yang akan diperuntukan sebagai lahan perkebunan kelapa untuk menopang kebutuhan bahan baku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini