Share

BEI Diharapkan Lahirkan Emiten Baru dari Indonesia Timur

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 278 2609229 bei-diharapkan-lahirkan-emiten-baru-dari-indonesia-timur-QOSNJADszR.jpg IHSG didorong lahirkan emiten Indonesia Timur (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan mampu melahirkan perusahaan yang menggali modal dari bursa efek atau emiten baru di NTT.

”Saya berharap kehadiran BEI tidak hanya menggerakkan anak-anak muda dan para investor tentang bagaimana lakukan transaksi dan investasi di bursa, tetapi juga bagaimana melahirkan emiten-emiten baru di NTT," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Disampaikan Viktor, pemerintah dan masyarakat NTT tentu berbahagia untuk menerima sebuah jejaring (networking) yang baru dengan dibukanya kantor Bursa Efek Indonesia perwakilan NTT. Oleh karena itu, dirinya meminta agar BEI mampu menggandeng pihak terkait untuk melakukan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTT.

"Sebagai gubernur, saya tentu tidak mau investasi triliunan rupiah itu ke luar dari NTT. Produknya bukan produk NTT. Tentunya ini pekerjaan besar," ujarnya.

Menurutnya, tidak mudah membumikan dunia investasi pasar modal di provinsi yang miskin seperti NTT. Oleh karena itu, butuh upaya-upaya yang besar dan luar biasa. "Tidak seperti kita bicara di Jakarta, Medan, atau Surabaya. Kita harus gunakan cara-cara lain," tandasnya.

Kata Viktor, kalau standar perlakuan terhadap NTT sama dengan kota-kota maju lainnya, maka NTT akan ketinggalan dalam dunia pasar modal dan literasi keuangan sehingga perlu adanya sinergi yang kuat."Ini menjadi catatan. Energi besar ini harus disinergikan. Minimal tahun depan misalnya ada 20 emiten baru asal NTT yang melantai di Bursa Efek," jelasnya.

Dirinya menambahkan, untuk menjalankan hal itu butuh keterlibatan semua pihak, seperti gubernur, BEI, Otoritas Jasa Keuangan, Perwakilan Bank Indonesia galeri investasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, pertumbuhan investasi pasar modal di semester pertama 2021 mencapai 32.797 investor. Angka ini menunjukkan perkembangan yang positif tercermin dari jumlah investor yang bertumbuh mencapai 32.797 investor.

Sebelumnya, Branch Representative Phintraco Sekuritas Kupang, Imadudin A Rochim pernah bilang, investor pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mencoba masuk ke saham perbankan, consumer good, dan energi.

”Menurut mereka harga saham tersebut sudah cukup murah untuk dibeli dan mengharapkan efek window dressing yang biasanya mengangkat naik harga saham di akhir tahun," kata Imad.

Disampaikannya, investor NTT sudah masuk ke saham-saham sektor energi sejak dua bulan lalu mengingat harga komoditas energi masih bergerak naik menyusul krisis energi yang terjadi di belahan bumi bagian utara yang mengerek naik harga saham terkait energi di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini