JAKARTA – PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp70,266 miliar atau memburuk dibandingkan tahun 2020 yang masih membukukan laba bersih sebesar Rp2,143 miliar.
Sebaliknya, emiten kertas karton ini membukukan penjualan bersih sepanjang tahun 2021 tercatat naik 45,12% menjadi Rp283,46 miliar ditopang pertumbuhan penjualan karton bergelombang sebesar 54,03% menjadi Rp191,12 miliar.
Di susul penjualan kertas berbentuk kerucut sebesar Rp52,245 miliar atau menyusut 10,7% dibandingkan tahun 2020.
Tahun 2021, SWAT membukukan penjualan kertas roll senilai Rp26,894 miliar.
Sedangkan di tahun 2020 penjualan kertas ini nihil. Lalu, penjualan kertas berbentuk pipa tumbuh 12,2% menjadi Rp13,718 miliar.
Walau beban pokok penjualan membengkak 55,6% menjadi Rp235,04 miliar, tapi laba kotor masih tumbuh 12,03% menjadi Rp48,419 miliar. Kemudian beban usaha melonjak 495% menjadi Rp91,1 miliar.
Hal itu seiring penurunan nilai piutang sedalam 2.300% menjadi Rp24,058 miliar. Bahkan, di tahun 2021, perseroan mencatatkan penurunan nilai persediaan Rp40,3 miliar. Di tahun 2020, pos ini nihil.
Dampaknya, perseroan harus menuliskan rugi usaha senilai Rp42,7 miliar. Kian tertekan, biaya keuangan membengkak 40,08% menjadi Rp34,689 miliar.
Maka tak heran, rugi sebelum pajak penghasilan menembus Rp77,3 miliar. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 6,8% menjadi Rp684,89 miliar karena utang bank jangka panjang melonjak 238,7% menjadi Rp166,9 miliar.
Selanjutnya, arus kas digunakan untuk aktivitas operasi menyentuh Rp92,7 miliar, karena pembayaran kepada pemasok naik 65,5% menjadi Rp250,45 miliar dan biaya keuangan naik 41,6% menjadi Rp34,6 milliar.
Saat ini, SWAT memiliki 2 buah pabrik yang menghasilkan 4.000 ton per bulannya dengan utilisasi sebesar 30%. Perusahaan juga melakukan penjualan kemasan karton paper cone dan juga paper tube.
Untuk saat ini, 60% produksi perusahaan digunakan di segmen Food and beverages sementara sekitar 10% hingga 20% digunakan untuk special box di bidang militer. Maka beroperasinya pabrik paper mill, perusahaan pacu kenaikan pendapatan hingga sebesar 8% hingga 10%
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.