Share

Zulkifli Hasan Jadi Mendag, Petani Sawit: Semoga Lebih Baik

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 320 2613162 zulkifli-hasan-jadi-mendag-petani-sawit-semoga-lebih-baik-kLs42m7tiq.jpg Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Foto: YouTube/Setpres)

JAKARTA - Persoalan minyak goreng kini diambil alih oleh Zulkifli Hasan sebagi Menteri Perdagangan yang baru.

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) berharap, Mendag yang baru mampu menuntaskan masalah minyak goreng dalam negeri dan membuat tata kelola hilirisasi dan kebijakan perdagangan yang lebih baik.

"Kami para petani kelapa sawit berharap semoga Menteri yang baru mampu menyelesaikan masalah minyak goreng dan bisa mengatur tata kelola hilirisasi serta kebijakan yang lebih baik," ujar Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (17/6/2022).

 BACA JUGA:Luhut Ingin Minyak Goreng Curah Diganti Kemasan, Mendag Zulhas: Butuh Waktu

Sambung Darto, petani sawit menginginkan, menteri yang baru mampu mengatasi masalah kartel.

Sebab, menurutnya, jika masalah kartel tak bisa dituntaskan, itu sama halnya bunuh diri dan bisa merusak citra partainya sendiri.

Sementara itu, terkait harga Tandan Buah Segar (TBS), dia menyampaikan, para petani berharap Mendag bersama jajaran terkait bisa mempromosikan sustainable trade.

"Yang mana, banyak komoditas sawit petani yang berkelanjutan yang harus di promosikan ke pasar internasional dan membangun kerja sama dengan negara-negara pembeli untuk mampu bekerjasama dengan kelembagaan petani sawit yang ada," terangnya.

Diketahui bersama bahwa harga TBS kelapa sawit belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Darto menjelaskan, hal itu kemungkinan bisa diusahakan jika Mendag Zulhas berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membahas kebijakan pungutan ekspor.

"Saya belum yakin Mendag yang baru bisa langsung menaikkan harga TBS. Kalaupun mampu menggenjot harga TBS maka kebijakan pungutan ekspor di Kemenkeu yang harus di rubah dan diturunkan menjadi USD30/ton dari USD220. Selain itu turunkan B30 menjadi B20 saja," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini