Share

Maskapai Merpati Pailit, Bayar Pesangon Karyawan Capai Rp312 Miliar

Bella Hariyani, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 320 2614118 maskapai-merpati-pailit-bayar-pesangon-karyawan-capai-rp312-miliar-tfr2LAyGXj.jpg Maskapai Merpati Air Pailit (Foto: Okezone)

JAKARTA โ€“ Kendala sulit yang dihadapi maskapai PT Merpati Nusantara Airlines . Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada 2 Juni lalu di Surabaya. PT Merpati Nusantara Airlines masih memiliki tanggungan gaji kepada ribuan karyawannya.

Dikutip Koran Sindo, Minggu (19/6/2022) Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa ada hal yang perlu disampaikan selepas majelis hakim Pengadilan Niaga pada PN Surabaya memutuskan kepailitan Merpati.

Yakni, pemerintah akan menyelesaikan kewajiban pembayaran pesangon untuk 1.233 eks pilot dan karyawannya dengan nilai total mencapai Rp312 miliar.

Diketahui, Merpati Airlines sudah tidak beroperasi sejak tahun 2014 dan sertifikat pengoperasian atau Air Operator Certificate (AOC) yang merupakan syarat utama maskapai untuk terbang telah dicabut di tahun 2015.

Lalu, dalam perjanjian perdamaian yang disahkan oleh Pengadilan Niaga Surabaya pada tanggal 14 November 2018, disepakati bahwa pembayaran kepada pihak ketiga termasuk penyelesaian pesangon karyawan akan mulai dilakukan setelah Merpati Airlines beroperasi kembali. Tercatat memiliki kewajiban sebesar Rp10,9 triliun dengan ekuitas negatif Rp1,9 triliun perlaporan audit 2020.

Investor PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) disebut tak sanggup selamat sang maskapai sehingga berujung pada pembubaran. Di mana satu-satunya calon investor yang menyatakan diri berminat tidak mampu menyediakan pendanaan.

Kini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya membatalkan perjanjian perdamaian (homologasi) Merpati Airlines

โ€œDengan dibatalkannya perjanjian homologasi , maka kewajiban Merpati Airlines kepada pihak ketiga termasuk pesangon kepada eks karyawan akan diselesaikan dari penjualan seluruh aset Merpati Airlines melalui mekanisme lelang sesuai dengan penetapan Pengadilan dengan memperhatikan keadilan bagi seluruh pihak," ujar Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Yadi Jaya Ruchandi dari keterangan resmi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini