Share

Utang Garuda Indonesia di BUMN Diperpanjang hingga 22 Tahun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 320 2614172 utang-garuda-indonesia-di-bumn-diperpanjang-hingga-22-tahun-mFECdW38RW.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Piutang BUMN di PT Garuda Indonesia Tbk, diperpanjang selama 22 tahun dengan bunga 0,1 persen per tahun. Hal itu disepakati melalui pemungutan suara atau voting kreditur dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Selain perusahaan pelat merah, perpanjangan tenor piutang kreditur dari lembaga perbankan dalam negeri juga diperpanjang selama 22 tahun dengan bunga yang sama.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan bahwa skema pembayaran utang ini dicatatkan dalam proposal perdamaian yang mendapat persetujuan 97,46 persen dari total kreditur yang hadir.

"Proposal perdamaian kita ada beberapa klasifikasi, pertama mereka yang punya uangnya saat ini dapat disepakati di bawah , ini berdasarkan Daftar Piutang Tetap (DPT), Rp255 juta akan kita bayarkan dari arus kas perusahaan. Yang Rp255 juta ke atas sukuk lessor akan memperoleh kupon debt baru 825 dan saham USD 330 juta," ungkal Irfan pasca voting PKPU, dikutip Minggu (19/6/2022).

Dalam Daftar Piutang Tetap (DPT) milik BUMN yang ditetapkan Tim Pengurus PKPU mencapai triliunan rupiah. Angka ini berasal dari piutang perseroan di sejumlah sektor. Berikut daftarnya.

Piutang PT Pertamina (Persero) di Garuda Indonesia tercatat mencapai Rp7,5 triliun. Jumlah tagihan yang diajukan ini bersifat preferen. Lalu, PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 4,3 triliun, PT Bank BRI Tbk Rp 4,6 triliun.

PT Citilink Indonesia mencapai Rp 26,7 miliar, PT Angkasa Pura Hotel Rp 11 miliar, PT Angkasa Pura II (Persero) Rp 571 miliar, PT Angkasa Pura Gita Sarana Rp 14,7 juta, PT Angkasa Pura Cargo Rp 393 juta, PT Angkasa Pura Logistic Rp 47 juta.

Lalu, PT Angkasa Pura Propertindo sebesar Rp21 juta, PT Angkasa Pura Sarana Digital Rp 612 juta, PT Angkasa Pura Solusi Rp 515 juta, PT Angkasa Pura Suport Rp 15 miliar,

Kemudian, PT Gapura Angkasa Rp 705 miliar, PT Jasa Raharja Rp 2 miliar, PT Kimia Farma Diagnostika Rp 709 juta, PT Mandiri Sekuritas Rp5 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Rp180 juta.

PT Pelita Air Service Rp34 juta, PT Pertamina Bina Medika IHC Rp1 miliar, PT PLN (Persero) Rp 629 Juta, PT Pos Indonesia (Persero) Rp 131 Juta, PT Sarinah (Persero) 404 juta, PT Sucofindo (Persero) Rp652 juta, dan PT Telkom Indonesia Tbk Rp 146 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini