Share

Garuda Indonesia Janji Lunasi Utang, Uangnya dari Mana?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 320 2614245 garuda-indonesia-janji-lunasi-utang-uangnya-dari-mana-pZagFjalzd.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada sejumlah skema pelunasan utang PT Garuda Indonesia Tbk, setelah perusahaan mencapai kesepakatan damai atau homologasi dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Salah satu skema yang ditetapkan dengan menggunakan arus kas perusahaan.

Direktur Utama Irfan Setiaputra menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan arus kas perusahaan untuk melunasi piutang kreditur dengan nilai di bawah Rp 255 juta. Sementara, nilai piutang di atas Rp 255 juta akan memperoleh kupon debt baru 825 dan saham sebesar USD 330 juta.

"Proposal perdamaian kita ada beberapa klasifikasi, pertama mereka yang punya utangnya saat ini dapat disepakati di bawah Rp 255 juta akan kita bayarkan dari arus kas perusahaan," ungkap Irfan, dikutip Minggu (19/6/2022).

Garuda Indonesia mencari cara terbaik untuk memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Perkaranya struktur keuangan maskapai penerbangan pelat merah ini sudah 'berdara-dara' selama pandemi Covid-19.

Dari arsip pemberitaan MNC Portal, Kementerian BUMN dan Panitia Kerja (Panja) Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI menyepakati pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun. Anggaran ini bersumber dari cadangan pembiayaan investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.

Anggaran ini akan diperoleh Garuda, bila maskapai penerbangan ini mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Hanya saja, Irfan memastikan PMN tidak digunakan untuk membayar utang melainkan untuk biaya operasional.

Untuk operasional (bukan untuk bayar utang)," ungkap Irfan saat dikonfirmasi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Di lain sisi, Garuda juga akan menerima pendanaan dari negara dalam bentuk dana talangan sebesar Rp 7,5 triliun. Manajemen pun mengharapkan sisa dana segar ini bisa dicairkan. Adapun dana talangan dikonversi menjadi Obligasi Wajib Konversi (OWK) atau Mandatory Convertible Bond (MCB) dicairkan Kementerian Keuangan pada 2020-2021.

Perkaranya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta sisa dana talangan ini dikembalikan ke kas negara. Ketua BPK, Isma Yatun menyebut pihaknya merekomendasikan agar pemerintah mengembalikan dana talangan ke kas negara.

"BPK merekomendasikan pemerintah antara lain agar melakukan pengembalian sisa dana Investasi Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (IPPEN) kepada PT Garuda Indonesia sebesar Rp 7,50 triliun ke Rekening Kas Umum Negara," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini