Share

Harga Minyak Turun 3% Khawatir Ekonomi AS Resesi

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616498 harga-minyak-turun-3-khawatir-ekonomi-as-resesi-ZlEpRxESga.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak jatuh merosot 3% pada akhir perdagangan Rabu. Hal ini karena investor khawatir kenaikan suku bunga Federal Reserve mendorong ekonomi Amerika Serikat ke dalam resesi. Tentunya jika resesi dapat mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus merosot 2,91% atau 2,5% menjadi menetap di USD111,74 per barel. Patokan minyak global mencapai terendah sesi di 107,03 dolar, level terendah sejak 19 Mei.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus tergelincir USD3,33 atau 3,0% menjadi ditutup pada USD106,19 per barel. WTI mencapai terendah sesi di USD101,53 level terendah sejak 11 Mei.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik Tipis Dibanderol USD122/Barel

Investor menilai kenaikan suku bunga dirancang untuk mendinginkan lonjakan inflasi dapat menghambat pemulihan ekonomi.

Namun, harga minyak memangkas kerugian selama sesi setelah Ketua Fed Jerome Powell menjanjikan "fokus menyeluruh" untuk menurunkan inflasi dan menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga bank sentral yang sedang berlangsung akan sesuai, dengan kecepatan tergantung pada prospek ekonomi.

"Powell tampaknya mengubah suasana pasar dengan tampak yakin tentang ekonomi AS. Kata-katanya telah menenangkan pasar dan menurunkan harga untuk jangka pendek," kata Analis Price Futures, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1% Tertekan Lockdowon China

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden meminta Kongres untuk meloloskan penangguhan pajak bensin federal selama tiga bulan guna membantu memerangi rekor harga di SPBU dan memberikan bantuan sementara bagi keluarga Amerika musim panas ini.

Sementara harga di SPBU yang lebih rendah sebenarnya dapat meningkatkan permintaan bahan bakar dan mendukung harga minyak mentah, analis PVM Stephen Brennock mengatakan para pedagang dapat khawatir bahwa pemerintahan Biden mungkin mengambil tindakan lebih lanjut untuk mendinginkan harga energi yang tinggi.

Anggota parlemen dari kedua partai besar telah menyatakan penolakannya untuk menangguhkan pajak bensin federal.

Gedung Putih meminta kepala eksekutif tujuh perusahaan minyak untuk pertemuan pada Kamis guna membahas cara-cara untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi harga bensin yang mencapai sekitar USD5 per galon.

Biden secara terbuka mengkritik Big Oil karena menyimpan keuntungan besar tetapi dia jarang berbicara langsung dengan kepala perusahaan energi atau perwakilan mereka, menurut catatan Gedung Putih dan wawancara dengan sumber-sumber industri.

CEO Chevron Michael Wirth mengatakan mengkritik industri minyak bukanlah cara untuk menurunkan harga bahan bakar dan pemerintah harus mengubah pendekatannya. Biden menjawab bahwa dia tidak menyadari bahwa para eksekutif minyak bisa membuat perasaan mereka terluka semudah itu.

Kapasitas penyulingan minyak AS turun pada 2021 untuk tahun kedua berturut-turut, data pemerintah menunjukkan, karena penutupan pabrik pengolahan minyak terus mengurangi kemampuan mereka untuk memproduksi bensin dan solar.

Stok minyak mentah AS naik sekitar 5,6 juta barel pekan lalu, persediaan bensin meningkat 1,2 juta barel, sementara stok sulingan turun sekitar 1,7 juta barel, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API) pada Rabu (22/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini