Share

Sri Mulyani Bilang Investasi Terbaik adalah Pendidikan, Simak Alasannya

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2618785 sri-mulyani-bilang-investasi-terbaik-adalah-pendidikan-simak-alasannya-n36w6eOgwD.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa investasi di bidang pendidikan adalah yang terbaik. Hal ini karenakan investasi bidang pendidikan memberikan best return dari semua investasi di dunia itu.

"Makin muda, investasinya paling tinggi rate of return-nya. Makanya di semua negara, usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu dijadikan suatu level dan tingkat pendidikan yang sangat penting dan perhatiannya juga sangat besar," ujar Sri dalam sambutannya di acara Merdeka Belajar Episode 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Sri berharap agar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia juga ikut memikirkan bagaimana memperbaiki PAUD di Indonesia.

"Karena itu tidak bisa "oh itu ibu-ibu yang lagi repot, ada yang ngurusin anak-anak, ngajarin pipis, ngajarin makan", engga kayak gitu juga. The first thing to put the foundation of character, value, dan bahkan dalam hal ini sikap yang baik itu adalah di PAUD itu," ungkap Sri.

Dan untuk yang paling cepat, yang mau 'menetas'. kata Sri, adalah di level perguruan tinggi. Jadi semuanya punya kelebihan, tentu dalam hal ini kalau kita berbicara soal dana pendidikan, yang dalam konstitusi dimandatkan 20% dari anggaran kita, kita akan melihat berbagai pilihan-pilihan kebijakan untuk strategi Indonesia memperbaiki kualitas pendidikan dan pada akhirnya kualitas SDM di Indonesia," jelas Sri.

Dia menceritakan, pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kampanye politik di periode kedua, Jokowi menyampaikan padanya bahwa dia mau memperbaiki kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Caranya gimana? Kebetulan saya anggota Majelis Wali Amanat (MWA) disuruh pak Nadiem di UI, saya melihat lebih banyak 'dapurnya', bagaimana resources, governance, dan tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi, dan sebagai Menteri Keuangan juga mendapatkan report mengenai PTN-BLU dan PTN-BH, dari dulu bolak balik dari BH menjadi non BH, BLU dan lain-lain saya termasuk Menkeu yang ngikutin aja menterinya mau apa waktu itu. Sekarang minta jadi BH, BH loh Badan Hukum, bukan BH yang lain," kelakar Sri.

Tapi, sambung Sri, ide yang dia dukung adalah kemandirian dari sisi finansial menjadi sangat penting. Itu selalu dijadikan indikator penting untuk bisa meningkatkan kualitas perguruan tinggi, apalagi jika berbicara soal menjadi World Class University.

"Oleh karena itu, waktu pak Presiden menyampaikan caranya mendukung, ya saya menyarankan Bapak janjikan saja dalam kampanye Bapak akan memberikan dana abadi perguruan tinggi. Kalau dilihat di kampanye beliau, ada seperti itu. Caranya menggunakan, universitas yang dapat duluan, waktu itu saya belum tahu, tapi sebagai Menkeu saya bertanggung jawab untuk merealisasikan janji Presiden mengenai anggaran abadi untuk Perguruan Tinggi, maka lahirlah itu anggaran abadinya," papar Sri.

Kemudian cara mengelolanya, menciptakan governance-nya, dan yang paling penting adalah bagaimana menggunakannya secara maksimal dengan usulan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim adalah dengan matching grand, yaitu dengan perguruan tinggi sendiri memiliki dana abadi dan LPDP.

"Itu beda, dana abadi yang Rp7 triliun. Kenapa Rp7 triliun? Harusnya tahun 2022 ini kita bisa, mau menambah lagi, tapi karena Perpresnya belum keluar-keluar untuk APBN 2022 yang kita ketok Oktober, karena belum ada dasar hukum, saya belum berani mengalokasikan lebih banyak lagi. Makanya kemarin saya nagih, what is the governance untuk dana abadi ini? Maka lahirlah Perpres nomor 111 tahun 2021," tandas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini