Share

Harga Minyak Brent dan WTI Naik Sikapi Hasil KTT G7

Antara, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619375 harga-minyak-brent-dan-wti-naik-sikapi-hasil-ktt-g7-t6FrTxEXNT.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak naik hampir USD2 per barel pada akhir perdagangan Senin. Harga minyak naik setelah negara-negara Kelompok Tujuh (G7) berjanji memperketat tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik USD1,97 atau 1,7% menjadi USD115,09 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,95 atau 1,8% menjadi ditutup di USD109,57 per barel.

Kelompok negara kaya G7 menyatakan untuk mendukung Ukraina selama yang dibutuhkan. G7 juga mengusulkan untuk membatasi harga minyak Rusia sebagai bagian dari sanksi baru untuk memukul keuangan Moskow.

Baca Juga: Khawatir Terjadi Resesi, Harga Minyak Turun hingga 1,8%

"Saya pikir jika mereka menerapkan batasan harga pada penjualan dan pembelian minyak Rusia, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini akan diterapkan, terutama ketika China dan India telah menjadi pelanggan terbesar Rusia," kata Konsultan Minyak Andrew Lipow di Houston, dikutip dari Antara, Selasa (28/6/2022).

Analis Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mencatat tidak ada yang menghentikan Rusia dari melarang ekspor minyak dan produk olahan ke negara-negara G7 sebagai tanggapan atas pembatasan harga. Hal ini akan memperburuk kondisi kekurangan di pasar minyak global dan produk olahan.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 3% Khawatir Ekonomi AS Resesi

Komunitas internasional pun harus mengeksplorasi semua opsi untuk mengurangi pasokan energi yang terbatas, termasuk pembicaraan dengan negara-negara produsen seperti Iran dan Venezuela. Ekspor minyak kedua anggota OPEC itu telah dibatasi oleh sanksi AS.

Kedua patokan minyak mentah ditutup melemah untuk minggu kedua berturut-turut pada Jumat (24/6/2022) karena kenaikan suku bunga di negara-negara ekonomi utama memperkuat dolar dan mengipasi kekhawatiran resesi global.

Kekhawatiran resesi dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut telah menyebabkan volatilitas dan penghindaran risiko di pasar berjangka, dengan beberapa investor dan pedagang energi mengurangi pembelian, sementara harga minyak mentah tetap kuat karena permintaan tinggi dan krisis pasokan.

Di sisi lain, Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, mungkin akan tetap berpegang pada rencana untuk mempercepat peningkatan produksi minyak pada Agustus ketika mereka bertemu pada Kamis 30 Juni 2022.

Kelompok produsen juga memangkas proyeksi surplus pasar minyak 2022 menjadi 1 juta barel per hari (bph), turun dari 1,4 juta barel per hari sebelumnya, sebuah laporan yang dilihat oleh Reuters menunjukkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini