Share

Dolar AS Jadi Pilihan Investor, Bitcoin Anjlok 2,96%

Antara, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 278 2620100 dolar-as-jadi-pilihan-investor-bitcoin-anjlok-2-96-FbPNlQdNK2.jpg Dolar AS Menguat Hari Ini. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Selasa, karena pelaku pasar meninggalkan aset-aset berisiko dan beralih ke mata uang safe-haven di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan global. Sementara euro turun karena pasar mengelola ekspektasi kenaikan suku bunga ECB.

Euro tersendat setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde tidak memberikan wawasan baru tentang prospek kebijakan bank sentral.

ECB secara luas diperkirakan akan mengikuti rekan-rekan globalnya dengan menaikkan suku bunga pada Juli untuk mencoba mengendalikan inflasi yang melonjak, meskipun para ekonom terpecah atas besarnya kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Dolar AS Melesat, Euro Tergelincir Tertekan Data Manufaktur

Euro bertahan di bawah 1,06 dolar setelah Lagarde mengatakan bank sentral akan bergerak secara bertahap tetapi dengan opsi untuk bertindak tegas pada setiap penurunan inflasi jangka menengah, terutama jika ada tanda-tanda penurunan ekspektasi inflasi.

Euro terakhir melemah 0,6% menjadi 1,052 dolar.

"ECB berada di tempat yang sulit karena diperkirakan akan melihat perlambatan yang lebih signifikan daripada banyak rekan-rekannya," kata Ahli Strategi Senior Valas TD Securities, Mazen Issa, dikutip dari Antara, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Euro Anjlok Sikapi Kebijakan Bank Sentral Eropa

"Ada batasan yang melekat pada seberapa banyak yang akan dapat dilakukan ECB, terutama dalam arti relatif, katakanlah, The Fed," tambah Issa.

Pasar uang memperkirakan sekitar 238 basis poin (bps) kenaikan suku bunga kumulatif pada pertengahan 2023 dibandingkan dengan sekitar 280 basis poin yang mereka antisipasi dua minggu lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mencapai tertinggi dua dekade di 105,79 bulan ini, terakhir naik 0,51 persen pada 104,490.

"Jika ada tema keseluruhan, dolar masih lebih kuat selama periode ketidakpastian ini dan saya memperkirakan ketidakpastian akan berlanjut setidaknya selama musim panas sampai kita mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang seperti apa inflasi itu," kata Ahli Strategi Makro Global Senior State Street, Marvin Loh.

Presiden Bank Federal Reserve New York John Williams pada Selasa (28/6) dalam sebuah wawancara di CNBC mengatakan suku bunga "pasti" diperlukan antara 3,0% dan 3,5% pada akhir tahun ini, tetapi dia tidak mengantisipasi resesi AS.

Di tempat lain, yuan China di pasar luar negeri bergerak lebih tinggi setelah negara itu mengurangi karantina terkait pandemi Covid-19 untuk pelancong internasional.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin terakhir turun 2,96% menjadi USD20.278,95. Bitcoin jatuh ke level USD17.588,88 awal bulan ini. Sementara itu, uang kripto Ethereum terakhir turun 3,52% menjadi USD1.159,35.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini