Share

Krisis Iklim, Uni Eropa Hentikan Penjualan Mobil BBM 2035

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 320 2621046 krisis-iklim-uni-eropa-hentikan-penjualan-mobil-bbm-2035-Ae6Joppc7O.JPG Ilustrasi mobil. (Foto: DW.com)

JAKARTA - Uni Eropa sepakat untuk menghentikan penjualan mobil dengan berbahan bakar fosil pada tahun 2035.

Dikutip dari DW.com, hal ini berdasarkan perundingan yang dilakukan para Menteri Lingkungan Uni Eropa.

Mereka sepakat pada 2035 hanya mobil dengan nol emisi C02 yang boleh dijual di Uni Eropa.

 BACA JUGA:Daftar Mobil yang Dilarang Pakai Pertalite

Alasan mereka melakukan ini sebagai bentuk upaya meredam krisis iklim.

Bahkan, perundingan itu sampai digelar selama 16 jam lamanya.

Adapun para menteri lingkungan menyetujui rancangan undang-undang iklim yang sebelumnya diusulkan Komisi Eropa.

Sehingga, kini mereka telah mencapai kompromi untuk menghapus penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2035 dengan beberapa pengecualian.

"Dewan (Eropa) juga setuju untuk memperkenalkan target pengurangan emisi CO2 100% pada tahun 2035 untuk mobil dan van baru," ujar Menter Lingkungan dalam sebuah pernyataan.

Dalam perjanjian itu secara efektif tidak mengizinkan lagi ada mobil baru dengan mesin konvensional berbahan bakar fosil yang akan dijual di Uni Eropa mulai 2035.

Tapi untuk mobil mesin konvensional yang sudah ada masih tetap diizinkan beroperasi.

Diketahui, awalnya keputusan ini dibuat tanpa pengecualian.

Namun, Jerman memberikan penuntutan terhadap kebijakan ini.

Akhirnya para menteri menyetujui beberapa pengecualian.

Sebagai informasi, Uni Eropa menargetkan kawasan netral iklim pada 2050.

Itu menjadi alasan berbagai langkah untuk mengurangi emisi CO2 harus diterapkan sesegera mungkin.

Terlihat para Menteri Iklim dan Lingkungan yang berkumpul di Luksemburg menyetujui lima undang-undang yang diusulkan tahun lalu oleh Komisi Eropa.

"Krisis iklim dan konsekuensinya sangat jelas, sehingga kebijakan ini tidak dapat dihindari," ujar kepala kebijakan iklim Uni Eropa, Frans Timmermans.

Adapun kesepakatan para menteri Uni Eropa muncul setelah pemerintah koalisi Jerman mendukung kebijakan penghentian penjualan mobil berbahan bakar fosil.

Di mana untuk beberapa pengecualian, yaitu mobil-mobil berbahan bakar fosil yang netral CO2 masih diizinkan.

Serta untuk aspek lain dari perjanjian tersebut adalah pembentukan Dana Sosial Iklim senilai 59 miliar euro untuk menunjang warga berpenghasilan rendah dari peningkatan biaya energi yang disebabkan oleh kebijakan reduksi emisi karbon.

Dana sosial iklim ini juga bisa diajukan oleh semua negara Uni Eropa.

Contohnya untuk tunjangan sosial atau subsidi untuk pembuatan rumah hemat energi dan transportasi nol emisi.

"Transisi ke energi terbarukan (dalam jangka panjang) akan menurunkan biaya energi, tetapi banyak orang akan membutuhkan dukungan untuk mencapainya," jelasnya.

Bahkan, Lituania, Latvia, dan Polandia menuntut dana lebih besar.

Sedangkan Finlandia, Denmark, dan Belanda telah menyerukan agar dana itu diperkecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini