Share

Antre BBM Berhari-hari, Sopir Taksi di Sri Lanka: Saya Harus Jaga Keluarga

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 320 2622632 antre-bbm-berhari-hari-sopir-taksi-di-sri-lanka-saya-harus-jaga-keluarga-mLW97RHEwd.jpg BBM di Sri Langka (Foto: Okezone)

JAKARTA -  Sopir taksi bernama Ajeewan Sadasivam tak tahu berapa lama terjebak dalam antrean bensin di di ibu kota Sri Lanka, Kolombo.

Sebagai sopir taksi, bahan bakar adalah segalanya, tetapi Sri Lanka tak mendapat pasokan bahan bakar terbaru.

Sadasivam lalu memperlihatkan kepada kami pengukur bahan bakar di dasbornya, panah mengarah ke tulisan kosong.

Dia mengaku tak punya pilihan selain menunggu: "Saya harus menjaga keluarga saya, istri dan dua anak saya hanya jika ada bahan bakar saya bisa mulai menjalankan taksi saya dan mencari nafkah," ujarnya, Minggu (3/7/2022).

Lantaran tidak adanya kiriman bahan bakar minyak dari luar negeri, yang biasanya tiba setidaknya dalam dua minggu, pasokan bensin dikirim ke ibu kota dari beberapa daerah yang masih ada cadangan. Tetapi persediaannya kini menipis.

Sadasivam berharap kapal tanker akan segera tiba. Ketika tatapan matanya mengarah ke pompa bensin, beberapa anggota militer Sri Lanka berjalan mondar-mandir, menjaga SPBU yang melompong.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa kapal tanker yang membawa bahan bakar itu tiba malam ini," Sadasivam mencoba sedikit bersikap optimis.

"Saya harus menunggu, meskipun perlu waktu berminggu-minggu. Saya tidak bisa pergi ke lokasi antrean lainnya. Itu sama-sekali tidak praktis," katanya.

Sadasivam tidak sendirian - antrean bahan bakar mengular di sepanjang jalan utama, membentuk kelokan yang membentang hampir dua kilometer di sepanjang tepi laut.

Ini adalah pemandangan yang mencolok - empat antrean paralel. Satu untuk mobil, satu untuk bus dan truk, dua lagi untuk sepeda motor, serta tuk-tuk.

Tetapi masalahnya bukan semata penantian. Sebelum siapa pun mendapat bahan bakar - kapan pun itu tiba - mereka harus mendapatkan nomor antrean.

Mereka yang kami ajak bicara mengatakan sebagian besar pom bensin hanya mengeluarkan sekitar 150 nomor antrean

Tepat di belakang antrean, kami bersua Jayantha Athukorala. Dia melakukan perjalanan dari sebuah desa di luar Kolombo, menghabiskan setidaknya 12 liter bensin demi mendapatkan kesempatan lebih besar untuk mendapatkan bensin.

Tidak seperti Sadasivam, Athukorala tidak memiliki nomor antrean - tebakan terbaiknya, dia berada di urutan ke-300.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini