Share

Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dikeluhkan Sopir Angkot hingga Review Negatif di Google Play

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 320 2622719 beli-pertalite-pakai-mypertamina-dikeluhkan-sopir-angkot-hingga-review-negatif-di-google-play-b174sqRKCS.jpg Beli BBM Pertalite Pakai Aplikasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Uji coba tahap awal penerapan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar harus daftar dulu telah berlaku, Jumat (1/7/2022).

Uji coba itu dilakukan di beberapa provinsi seperti Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar yang diwajibkan daftar dulu ke MyPertamina menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Bahkan, kebijakan ini dinilai tak memperhatikan golongan masyarakat kelas bawah atau sopir angkot yang tidak memiliki ponsel pintar. Seorang sopir angkutan kota (angkot) di Kota Manado Sulawesi Utara, Latinggasa Lapoasa (53) buka suara mengenai kebijakan baru pembelian BBM subsidi tersebut.

Dia menceritakan kalau tidak memiliki ponsel yang mendukung untuk melakukan pendaftaran. Bahkan langsung menunjukkan ponsel kecilnya yang ternyata tak memiliki fitur canggih.

Ponsel warna birunya itu, hanya bisa digunakan untuk telepon dan mengirim pesan singkat. Dia pun mengaku bingung kalau kebijakan itu diterapkan.

Sementara itu, aplikasi MyPertamina mendapatkan penilaian jelek di Google Play. Berdasarkan pantauan Okezone, pengguna membeli nilai satu bintang untuk aplikasi tersebut pada Minggu (3/7/2022).

Aplikasi MyPertamina terpantau hanya mendapatkan nilai 1,3. Rata-rata pengguna juga mengeluhkan aplikasi itu lambat dan menyusahkan.

"Kenapa setelah daftar, data app nya tidak bias dipakai. Setiap mau ke app keluar sendiri," tulis salah satu pengguna.

“Udah efektif bayar pakai uang cash, malah bikin ribet.Seharusnya ini udah dijadikan sebuah opsi bukan kewajiban,” tambah salah satu pengguna.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta Pertamina mengecualikan sopir angkutan kota atau angkot dalam pemberlakuan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, baik pertalite maupun solar secara daring, melalui aplikasi MyPertamina.

"Meskipun untuk Kabupaten Sukabumi masih belum tahun kapan akan diberlakukannya pembelian BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina, tetapi sopir angkot maupun angkutan umum (non-daring) lainnya resah, karena mayoritas dari mereka tidak memiliki smartphone atau handphone android," kata Sekretaris Organda Kabupaten Sukabumi Dede Abdul Latif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini