JAKARTA - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) memutuskan tidak membagikan dividen. Hal ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis 30 Juni 2022.
"Menyetujui tidak adanya Pembagian Keuntungan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 dikarenakan Perseroan belum mencatatkan saldo laba yang positif dan masih mencatatkan akumulasi kerugian," tulis Direksi dalam risalah RUPST di keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (4/7/2022).
Emiten pengelola bioskop CGV ini hingga periode Desember 2021, mengoperasikan sebanyak 68 bioskop dengan jumlah layar sebanyak 395 layar.
Adapun dari sisi kinerja, bagi BLTZ pandemi covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir merupakan pukulan berat, karena operasional bioskop dibatasi bahkan sempat ditutup. Kondisi ini berdampak pada pencapaian kinerja keuangan Perseroan.
Tahun buku 2021 pendapatan BLTZ tercatat Rp284,90 miliar menurut dibanding tahun 2020 sebesar Rp255,94 miliar. Sebelum pandemi, pada tahun 2019 pendapatan tercatat sebesar Rp1,41 triliun.
Untuk laba bottom line, Perseroan tercatat menderita rugi Rp264,57 miliar menunjukkan penurunan dibanding rugi yang diderita tahun sebelumnya Rp447,47 miliar. Sementara pada tahun buku 2019 Perseroan masih memperoleh laba Rp83,35 miliar.
Dengan demikian, RUPST BLTZ kali ini tidak ada pembagian dividen dan hanya mengangkat Direktur dan Komisaris baru.
Graha Layar Prima menyetujui pengangkatan Yoyok Sri Nurcahyo sebagai Komisaris Independen dan Haryani Suwirman sebagai Direktur Perseroan yang baru.
Dengan demikian, setelah ditutupnya rapat tersebut hingga RUPST Perseroan untuk tahun buku 2023 yang akan diselenggarakan pada tahun 2024, dengan susunan sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Bratanata Perdana
Komisaris Independen : Yoyok Sri Nurcahyo
Direksi
Direktur Utama : Park Jungsin
Direktur : Yeo Deoksu
Direktur : Jason Jacob Tabalujan
Direktur : Tobias Ernst Chun Damek
Direktur : Haryani Suwirman
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.