Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC), M Tesar Sandikapura mengatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh beberapa startup di Indonesia bukan karena faktor satu atau dua tahun terakhir, melainkan imbas dari bisnis model yang sudah dilakukan sejak lima bahkan sepuluh tahun terakhir.
"Jadi akhir-akhir ini memang para startup baik itu unicorn maupun non unicorn itu sedang melakukan efisiensi yang dipaksakan, karena investor sudah tidak bisa lagi melakukan bisa dibilang memberikan uang yang berlebih lagi, karena faktor moneter yang lain," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor di luar Indonesia yang menjadi salah satu penyebab maraknya PHK di startup, seperti adanya faktor makro yang memaksa para investor ini untuk melakukan penghematan.
"Jadi kalau kita melihat dari sisi faktor investor, lebih banyak memang dari faktor moneteri global, termasuk efek perang yang sekarang sedang terjadi, jadi mereka melakukan sedikit stric," jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.