Share

Startup Grup Djarum Tegaskan Tak Ada PHK Karyawan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 07 Juli 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 320 2625269 startup-grup-djarum-tegaskan-tak-ada-phk-karyawan-lnMlcpj986.jpg Badai PHK di Startup. (Foto: Okezone.com/Financialexpress)

JAKARTA - Badai Startup melakukan PHK massal menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut terjadi karena Startup harus melakukan efisiensi imbas dari bisnis model yang sudah dilakukan sejak lima bahkan sepuluh tahun terakhir.

Meski sejumlah perusahaan e-commerce dikabarkan sedang mengambil langkah efisiensi tersebut. Startup Milik Grup Djarum, Blibli menjamin tak mengambil langkah serupa.

Baca Juga: 3 Tips Bagi Pendiri Startup Hadapi Fenomena Bubble Burst

“Tak pernah ada pemutusan hubungan kerja yang terkait efisiensi, jika dibandingkan dengan gelombang PHK di perusahaan teknologi sejak pandemi hingga saat ini,” kata Senior Vice President dan Head of Business Development Blibli, Yohanes Lukiman, Kamis (7/7/2022).

Dia mengungkapkan bahwa Blibli sudah menyiapkan beberapa strategi mengelola pelanggan dan mitra secara efektif. Hal ini yang membuat kinerja Blibli tetap bertahan melewati satu dekade dalam berbisnis.

Baca Juga: Fenomena Bubble Burst Startup, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Blibli melakukan sinergi dengan berbagai mitra seperti penyedia tiket online memperkuat ekosistem bisnis dan pengembangan perusahaan. Blibli dapat membangun ekosistem omnichannel, satu strategi bisnis e-commerce yang kini sedang diterapkan oleh perusahaan lokapasar kelas dunia seperti Amazon dan Walmart.

Ini semua bakal semakin meningkatkan layanan ke pelanggan dan para mitra Blibli lebih maksimal.

“Kami yakin bahwa laba dan rugi (P&L) kami merupakan yang paling sehat di dunia e-commerce Indonesia,” kata Yohanes.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC), M Tesar Sandikapura mengatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh beberapa startup di Indonesia bukan karena faktor satu atau dua tahun terakhir, melainkan imbas dari bisnis model yang sudah dilakukan sejak lima bahkan sepuluh tahun terakhir.

"Jadi akhir-akhir ini memang para startup baik itu unicorn maupun non unicorn itu sedang melakukan efisiensi yang dipaksakan, karena investor sudah tidak bisa lagi melakukan bisa dibilang memberikan uang yang berlebih lagi, karena faktor moneter yang lain," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor di luar Indonesia yang menjadi salah satu penyebab maraknya PHK di startup, seperti adanya faktor makro yang memaksa para investor ini untuk melakukan penghematan.

"Jadi kalau kita melihat dari sisi faktor investor, lebih banyak memang dari faktor moneteri global, termasuk efek perang yang sekarang sedang terjadi, jadi mereka melakukan sedikit stric," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini