JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) tidak membagikan dividen atas kinerja keuangan tahun buku 2021. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu 6 Juli 2022.
Pilihan tersebut diambil meskipun emiten pertambangan nikel itu membukukan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp45,49 miliar, atau naik 42,13% dibandingkan tahun 2020 senilai Rp32,01 miliar.
Manajemen NICL menyatakan perseroan masih mengalami defisiensi modal hingga akhir tahun lalu.
"Menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2021 karena perseroan masih mengalami defisit tahun berjalan sebesasr Rp7,08 miliar," tulis manajemen NICL dalam risalah RUPST, dikutip Jumat (8/7/2022).
Dalam paparan publiknya, perseroan menargetkan produksi nikel sebesar 570.000 ton pada tahun 2022, dan 855.000 ton pada 2023. Sementara hingga 2026, NICL berencana akan ikut serta dalam menghasilkan MHP (bahan baku pembuatan katoda baterai).
Secara rinci, rencana penjualan pada 2024 adalah sebesar 920 ribu ton ore nikel dengan kadar 1,5-1,75% Ni. Tahun 2025, sebesar 780 ribu ton ore nikel dengan kadar 1,5-1,75%. Adapun tahun 2026 disiapkan untuk memasuki masa pasca-tambang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)