Share

Tarif Listrik Golongan Rumah Tangga Naik

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 320 2625877 tarif-listrik-golongan-rumah-tangga-naik-TXV1MQko9q.jpg Tarif Listrik Naik 1 Juli 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tarif listrik untuk golongan non subsidi alami kenaikan per 1 Juli 2022. Di antaranya untuk golongan 3.500 VA ke atas.

Adapun dari 13 golongan non subsidi, ada 5 golongan yang disesuaikan. Dua golongan tersebut merupakan pelanggan rumah tangga.

Baca Juga: Tarif Listrik 3.500 VA Naik, PLN Sebut Bukan Kenaikan tapi.

Secara rinci, 5 golongan tersebut ialah R2 (3.500-5.500 VA), R3 (6.600 VA ke atas), P1 (6.600VA sampai 200kVA), P2 (200 kVA ke atas), dan P3. Kenaikan harga tiap golongan berkisar antara 17,64% hingga 36,61%.

R2 dan R3 adalah golongan rumah tangga. Pelanggan dengan golongan ini biasanya memiliki rumah mewah.

Baca Juga: Tarif Listrik 3.500 VA Naik, PLN: Bukan Kenaikan tapi Automatic Adjusment

Sementara P1 hingga P3 adalah golongan pemerintah.

Berikut tarif listrik terbaru untuk 5 golongan tersebut, Jumat (8/7/2022):

R2: 3.500 VA - 5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

R3: 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh

P1: 6.600 VA - 200 KVA: Rp 1.699,53 per kWh

P2: 200 KVA ke atas: 1.522,88 per kWh

P.3/TR : 16.99,53 per kWh

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo mengungkapkan tidak ada kenaikan tarif listrik. Yang ada hanya pemerintah melakukan koreksi kebijakan atas realokasi bantuan.

"Jadi pemerintah kemarin melakukan koreksi. Sebenarnya itu bukan kenaikan tarif listrik, tapi memberlakukan automatic tarif adjusment bagi keluarga yang mampu, yaitu di atas 3.500 VA," kata Darmawan dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Dia menyampaikan, selama lima tahun terakhir PLN tidak pernah melakukan kenaikan tarif listrik untuk semua golongan.

"Sejak tahun 2017, tidak pernah ada kenaikan tarif listrik untuk semua golongan. Dan dalam proses itu, pemerintah telah menggelontorkan subsidi listrik sebesar Rp243 triliun dan kompensasi sebesar Rp94,17 triliun, ini selama lima tahun ke belakang," ungkapnya.

Dia mengaku mendukung keputusan pemerintah yang melakukan realokasi agar pemberian bantuan bisa lebih tepat sasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini