Share

Inflasi AS Menggila, BI: Pelemahan pada Rupiah Tidak Terlalu Besar

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 14 Juli 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629423 inflasi-as-menggila-bi-pelemahan-pada-rupiah-tidak-terlalu-besar-zixv2mo9tt.png Inflasi AS Capai 9,1%. (Foto: Okezone.com/Reuters0

JAKARTA - Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street anjlok pasca-pengumuman inflasi Juni. Laju inflasi lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 9,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Inflasi AS tersebut menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Selain itu, realisasi itu juga lebih tinggi dari perkiraan pasar di angka 8,8%. Dikhawatirkan, inflasi AS yang tinggi ini akan berimbas kepada Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Sempat Tembus Rp15.000/USD, Begini Kata BI

Merespons situasi tersebut, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto mengatakan bahwa hal ini berdampak pada pelemahan beberapa mata uang di pasar Asia.

Baca Juga: Diteken Jokowi, Berikut Daftar Pahlawan Nasional Jadi Gambar di Rupiah

"Betul angka inflasi AS naik di atas ekspektasi pasar, yaitu 9,1%. Kami lihat dampaknya di pasar NY semalam saham melemah, harga komoditas meningkat dan komplikasi ke pasar Asia, beberapa mata uang Asia sampai saat ini (MYR, KRW dan IDR) mengalami pelemahan, dengan pelemahannya yang tidak terlalu besar," ujar Edi kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis(14/7/2022).

Kendati demikian, terkait pelemahan Rupiah, Edi menyebut bahwa pergerakan mata uang Rupiah saat ini masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara emerging markets (EM) lainnya.

"Pergerakan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang EM lainnya, khususnya dengan negara-negara di Asia Tenggara," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini