Share

Inflasi AS 9,1%, Janet Yellen Dukung The Fed Naikkan Suku Bunga

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Kamis 14 Juli 2022 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629800 inflasi-as-9-1-janet-yellen-dukung-the-fed-naikkan-suku-bunga-BEPe2HR4dE.jpg Inflasi AS (Foto: Okezone)

BALI - Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengakui kenaikan laju inflasi menjadi fokus utama pemerintahan saat ini.

Sebagaimana diketahui, indeks Harga Konsumen/CPI Amerika Serikat mengalami inflasi sebesar 9,1% di bulan Juni 2022. Inflasi ini meningkat dari di bulan Mei sebesar 8,6%, tertinggi selama lebih dari 40 tahun.

"Yah, inflasi sangat tinggi, ini harus menjadi prioritas utama untuk menurunkan inflasi," kata dia di Nusa Dua, Kamis (14/7/2022).

Untuk meredakan inflasi, Yellen menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah mendukung The Federal Reserve menaikkan suku bunga.

"Kami pertama dan terutama mendukung upaya Fed. Apa yang mereka anggap perlu untuk mengendalikan inflasi," imbuhnya.

Selain itu, Yellen juga akan menggunakan cadangan minyak untuk meredam harga bensin di AS. Yellen menuding kenaikan inflasi AS karena ulah Rusia yang memulai perang. Menurutnya, perang membuat gejolak harga minyak dunia dan berimbas pada harga bensin di AS.

"Itu tercermin dalam data CPI kemarin, yang menunjukkan hampir setengah dari kenaikan berasal dari harga energi yang lebih tinggi. inflasi di Amerika Serikat tetap sangat tinggi," kata dia.

Yellen menilai, krisis energi dan pangan yang mengancam dunia dipicu oleh tindakan Rusia. Apalagi Rusia merupakan salah satu pengekspor terbesar minyak dunia.

"Tantangan besar hari ini datang dari tindakan ilegal Rusia dalam perang tak beralasan. Kami melihat efek negatif dari perang itu di setiap sudut dunia, terutama terkait dengan harga energi yang lebih tinggi dan kerawanan pangan," kata Yellen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini