Share

Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Pertanda Baik?

Heri Purnomo, iNews · Senin 18 Juli 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 320 2631547 angka-kemiskinan-indonesia-turun-pertanda-baik-WVZ3eR5Ubr.jpg Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bima Yudistira menilai penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 mencapai 26,16 juta orang masih jauh dibandingkan sebelum pendemi Covid-19.

Adapun pada Maret 2019, jumlah penduduk miskin mencapai 25,14 juta, lalu pada September 2019 turun menjadi 24,78 juta.

"Kondisi ini menandakan ada perbaikan, tetapi masih jauh dibandingkan pra pandemi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (18/7/2022).

 BACA JUGA:Akselerasi Target, Jateng Siap Hapus Kemiskinan Ekstrem Pada 2024

Bima mengatakan masih ada beberapa hambatan yang mengakibatkan jumlah penduduk miskin di Indonesia masih tinggi.

Salah satu hambatan tersebut yakni, biaya bahan baku dan biaya oprasional yang dikeluarkan oleh UMKM menagalami kenaikan.

Kemudian, tingkat pekerja penerima upah hanya mengalami kenaikan 1%.

Hal tersebut belum sebanding dengan kenaikan inflasi yang terjadi saat ini.

"Jadi artinya, orang-orang yang menerima upah dibatas minimun, secara real terjaid penurunan upah dibandingkan dengan inflasi," katanya.

"Bahwa tidak semua menikmati pemulihan ekonomi yang terjadi saat ini, dan masih banyak kelompok miskin yang rentan tergerus inflasi," tambahnya.

Dia menjelaskan dalam kondisi saat ini masih banyak kelompok rentan yang sulit untuk mendapatkan penghasilan seperti sebelum masa pandemi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 mencapai 26,16 juta orang.

Angka itu menurun 0,34 juta orang jika dibandingkan pada September 2021 dan turun 1,38 juta orang jika dibandingkan Maret 2021.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini