Share

Wabah PMK, Manusia Bisa Jadi Media Penularan Virus ke Hewan Ternak

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 19 Juli 2022 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632577 wabah-pmk-manusia-bisa-jadi-media-penularan-virus-ke-hewan-ternak-TtIvGWKJjn.jpg Manusia Bisa Jadi Media Penularan Virus PMK ke Hewan. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Penyebaran virus PMK di Indonesia masih terjadi. Bahkan tergolong memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung.

"Penjelasan kontak langsung terjadi ketika hewan yang sehat berkontak dengan hewan yang terinfeksi," kata Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) Wiku Adisasmito, Selasa, Senin (19/7/2022).

Baca Juga: Seluruh Wilayah di Pulau Jawa Masuk Zona Merah Wabah PMK

Sedangkan penularan yang tidak langsung bisa terjadi antar kontak manusia pada satu hewan ke hewan lainnya. Sehingga manusia bisa dikatakan sebagai media penularan dari adanya virus tersebut.

"Penularan hewan tidak langsung dapat terjadi ketika virus tidak sengaja terbawa oleh manusia melalui kontaminasi pada anggota tubuh, pakaian atau alas kaki yang tengah digunakan yang berkontak dengan hewan rentan," pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengumumkan status darurat dari adanya wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang melanda hewan ternak.

Baca Juga: Jaga Ternak Kita Wujudkan Sulawesi Bebas PMK

Menyampaikan virus tersebut dapat menjangkit hewan khususnya yang berkuku belah. Seperti Sapi, Babi, Kerbau, Kambing, Domba, Unta dan Rusa.

Wiku menjelaskan ada beberapa ciri spesifik hewan ternak yang terjangkit virus PMK, misalnya adalah adanya lepuh atau Erosi di mulut, lidah, gusi, lubang hidung, puting, dan di kulit sekitar kuku.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ciri lain dari hewan yang tertular dari PMK juga adalah hewan tersebut minim melakukan aktivitas, atau lebih sering berbaring ketimbang berdiri. Pada hewan ternak potong, biasanya ditandai dengan penurunan bobot berat badan.

Sedangkan pada ternak produksi, biasanya terjadi penurunan produktivitas yang sangat drastis dari hewan tersebut. Misalnya hewan susu perah yang mana air susunya bakal berkurang lebih banyak banyak dibandingkan biasanya.

"Kita perlu memastikan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan ketat untuk menjaga penyebaran virus PMK ke hewan rentan PMK lainnya," kata Wiku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini