Share

Dilarang Kirim Daging hingga Susu dari Wilayah Zona Merah Virus PMK, Simak Aturannya

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 19 Juli 2022 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632624 dilarang-kirim-daging-hingga-susu-dari-wilayah-zona-merah-virus-pmk-simak-aturannya-QG4JoFmPqD.jpg Cegah Penyebaran Virus PMK. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Penyebaran virus PMK terus diantisipasi. Salah satunya pelakukan pembatasan lalu lintas hewan hingga produk dari wilayah zona merah virus PMK.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Rentan PMK Berbasis Zonasi.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan PMK, Wiku Adisasmito mengatakan secara garis besar, adanya SE tersebut bakal mengatur bukan hanya lalulintas hewannya, namun juga produknya.

Baca Juga: Daerah Ini Akhirnya Bebas Virus PMK, Kok Bisa?

"Pada hari ini satgas PMK telah mengeluarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2022, secara umum surat edaran ini menerapkan prinsip hanya diperbolehkannya lalulintas hewan dan produk hewan segar," ujar Wiku dalam konferensi pers virtualnya, Selasa (19/7/2022).

Wiku mencontohkan contohnya misalnya karkas atau daging segar dari hewan yang rentan tertular PMK, jeroan dan susu segar dari kabupaten zona hijau ke Kabupeten zona kuning dan merah masih boleh dilalulintaskan.

Selain itu Kabupaten yang teridentifikasi sebagai zona kuning juga masih bisa dilalulintaskan ke kabupaten berstatus zona merah. Sedangkan dari zona merah ke kabupaten lainnya tidak bisa dilalulintaskan untuk mencegah penyebaran virus PMK.

Baca Juga: Update Wabah PMK: 2.128 Ekor Hewan Ternak Mati

"Sedangkan untuk produk olahan seperti susu bubuk, sosis, kornet diperkenankan untuk dilalulintaskan keseluruh zona kabupaten kota dengan tetap melakukan pengamanan bio security yang ketat," sambungnya.

Lebih lanjut Wiku menjelaskan untuk sementara waktu tidak diperbolehkan untuk melaluintaskan hewan ternak maupun produk hewan segar yang dengan PMK dari dan ke wilayah administrasi Bali. Hal tersebut dikarenakan saat ini sedang adanya penyelenggaraan G20 di Bali.

Selain itu untuk hewan dan produk hewan segar dari nusa tenggara timur diperkenankan untuk dilalulintaskan keluar daerah, namun dilarang untuk dilalulintaskan kedalaman wilayah tersebut. Hal itu bertujuan untuk tetap memastikan NTT tetap bebas PMK

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan untuk provinsi Sulawesi Selatan, dilarang untuk melaluintaskan hewan dan produk hewan segar keluar dari wilayahnya karena sudah adanya kasus PMK di wilayah tersebut.

Meski demikian produk hewan olahan seperti susu, sosis, kornet dan lain-lain masih diperbolehkan keluar dan masuk ke tiga wilayah tersebut, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Secara garis Besar SE tersebut setidanya mengatur beberapa hal, pertama Petugas Pelaksana dan pengawasan entry atau exit point antar pulau/dalam pulau untuk lalulintas hewan dan produk hewan.

Kedua, Pengatur lalu lintas hewan rentan PMK antar pulau/dalam pulau dan syarat yang diberlakukan, dan Ketiga pengaturan lalulintas produk hewan segar rentan PMK antar pulau/dalam pulau, dan syarat yang diberlakukan, pengatur lalu lintas produk hewan olahan rentan PMK anatar pulau/dalam pulau dan syarat yang diberlakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini