Share

Dewan Komisioner OJK Periode 2022-2027 Dilantik, Ini Harapan Sri Mulyani

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 20 Juli 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 320 2632867 dewan-komisioner-ojk-periode-2022-2027-dilantik-ini-harapan-sri-mulyani-dqmyLu3kUB.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri pelantikan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masa jabatan tahun 2022-2027 di hadapan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner OJK masa jabatan 2022-2027 ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 51/P Tahun 2022 tanggal 9 Mei 2022, terdiri dari:

1. Mahendra Siregar, Ketua merangkap anggota

2. Mirza Adityaswara, Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota

3. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota

4. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota

5. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota

6. Sophia Issabella Wattimena, Ketua Dewan Audit merangkap anggota

7. Friderica Widyasari Dewi, anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan Konsumen

8. Doni Primanto Joewono, anggota Ex-officio dari Bank Indonesia

9. Suahasil Nazara, anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan

Delapan dari Sembilan ADK OJK adalah wajah baru, namun memiliki reputasi yang sangat baik di sektor keuangan. Sementara anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, telah menjadi ADK OJK pada periode sebelumnya.

Dengan kombinasi ini diharapkan terjadi proses transformasi yang seimbang antara keberlanjutan atas capaian-capaian yang baik dan perubahan menuju hal baru yang lebih adaptif mengantisipasi kondisi masa depan.

"Saat ini, kondisi global menghadapi volatilitas pasar keuangan akibat berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, disrupsi rantai pasok, dan kenaikan harga komoditas energi dan pangan yang mendorong inflasi global, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju," ujar Sri.

Dalam konteks ini, sambung dia, OJK bersama Lembaga-lembaga KSSK (Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan) harus terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter didukung oleh pengaturan dan pengawasan sektor keuangan yang efektif akan menjadi kunci di dalam menghadapi tantangan dinamika global. Sektor keuangan merupakan โ€œdarahโ€ pembangunan ekonomi. Artinya, sektor keuangan yang berfungsi dengan baik akan memfasilitasi aktivitas sektor riil melalui penyediaan dan alokasi sumber daya ke sektor-sektor produktif," jelas Sri.

Dia mengatakan, sektor keuangan yang efisien dan sehat akan mampu mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

"Untuk itu, saya berharap OJK sebagai otoritas pengatur dan pengawas sektor keuangan dapat meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen, meningkatkan peran bank dalam mengembangkan UMKM, mengupayakan pengembangan digital finance dengan mitigasi risiko yang tepat, meningkatkan peran pasar modal dalam mendukung pembiayaan untuk membangun perekonomian nasional, membangun industri asuransi yang mampu menyeimbangkan antara pengembangan industri dengan perlindungan konsumen, serta bersinergi mewujudkan pasar keuangan yang dalam, efisien, aktif, dan likuid melalui kebijakan dan sinergi dengan seluruh stakeholder," ungkap Sri.

Dalam mengatur dan mengawasi sektor keuangan secara efektif, OJK juga diharapkan terus memperkuat pengaturan dan pengawasan secara terintegrasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini