"Dengan memperhatikan perkembangan dan upaya yang dilakukan tersebut, pertumbuhan kredit pada 2022 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya, menjadi dalam kisaran sembilan persen sampai 11 persen (yoy) dengan kecukupan likuiditas perbankan yang tetap terjaga," ungkapnya.
Selain peningkatan intermediasi perbankan, Perry menuturkan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga yang tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Mei 2022 tetap tinggi sebesar 24,67 persen dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3,04 persen (bruto) dan 0,85 persen (neto).
Pada Juni 2022, Dana Pihak Ketiga (DPK) pun tercatat tumbuh sebesar 9,13 persen (yoy).
(Taufik Fajar)